Komisi VI MPR RI Minta Buruh Tidak Lakukan Demo

Sidoarjo (Kabarpas.com) – Komisi VI MPR RI Bambang Haryo Soekartono meminta kepada para buruh untuk berhenti melakukan aksi demo menuntut kenaikan gaji setiap tahunnya. Pasalnya, dengan adanya kegiatan demonstrasi tersebut akan membuat sebuah perusahaan mengalami penurunan produktifitasnya.

“Stop demo, agar bisa meningkatkan produktifitas dan kapabilitasnya sebagai tenaga kerja yang berkualitas agar bisa menghasilkan produk-produk Indonesia yang berkualitas juga guna menghadapi persaingan di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),” tegas Bambang saat mengisi reses empat Pilar di SMA Negeri 1 Krian Sidoarjo, Sabtu (09/01/2016).

Bambang mengatakan, saat ini PT Maspion berencana mendatangkan karyawan atau tenaga kerja asing dari luar negeri sekitar 10 ribu orang. Tenaga kerja tersebut akan digaji sebesar Rp 2 juta perbulannya, dengan kapasitas kinerja dan produktifitas yang melebihi tenaga kerja Indonesia bahkan dua kali lipatnya.

“Maspion berencana akan mendatangkan sekitar 10 ribu orang dari masyarakat sekitar Asean. Kinerjanya dua kali lipat dari karyawan Indonesia,” ungkap politisi dari Fraksi Partai Gerindra tersebut.

Ia menjelaskan, kalau ada pertimbangan untuk menaikkan gaji, maka pemerintah harus menaikkan angka produktifitas. Sehingga bisa menjadi ideal, sebanding dengan prosentase atau standar produktifitas tersebut.

“Standarisasi produktifitas harus ada. Karena selama ini masih belum ada. Misal, ada orang Indonesia bekerja sambil merokok. Maka pekerjaannya tidak bisa fokus. Nah, itu harus kita kikis. Karena hal itu tidak terjadi di Asean lainnya,” ujarnya.

Meski demikian, Bambang akan menekankan kepada pengusaha-pengusaha untuk terus mempekerjakan karyawan Indonesia. Sehingga karyawan Indonesia bisa mampu bersaing dengan tenaga kerja dari luar negeri guna menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). (and/tin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *