Prof Hamka Haq Minta Masyarakat Perkuat Paham dan Ideologi Bangsa

Pasuruan (Kabarpas.com) – Anggota DPR RI, Prof Hamka Haq meminta peran aktif seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk memperkuat paham dan ideologi bangsa yang terangkum dalam 4 Pilar MPR.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh anggota Komisi VIII DPR RI itu, di salah satu rumah makan yang ada di Kota Pasuruan, Senin (30/05/2016).

Dalam kesempatan itu ia menyampaikan bahwa masyarakat harus bisa menangkis dan mencegah aksi radikal dan terorisme yang mengancam NKRI. Oleh karena itu, dengan Sosialisasi Empat Pilar MPR yang disosialisasikannya tersebut, bisa untuk menjaga Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.

“NKRI, merupakan harga mati dan pancasila merupakan ideologi negara yang tidak dapat di ganti dengan ideologi lain,” ujar anggota Komisi VIII DPR RI itu, dihadapan para Camat dan Lurah yang ada di wilayah kota setempat.

Untuk memperkokoh NKRI ini, Prof Hamka Haq yang merupakan Ketua DPP PDI Perjuangan itu, mengajak kepada seluruh warga agar menjaga kesatuan Republik Indonesia.

“Kita sebagai warga harus memahami bahwa negara ini terdiri dari berbagai macam ras adat istiadat dan budaya. Untuk itu di perlukan tenggang rasa dan tolerasi yang tinggi,”paparnya.

Utamanya, lanjut Anggota DPR RI yang berangkat dari Daerah Pemilihan jawa Timur II yang meliputi Pasuruan – Probolinggo ini, menjaga lembaga dunia pendidikan dengan sekokoh mungkin.

“Bila di lembaga pendidikan sudah ‘ditangkal’ dengan nilai-nilai luhur Pancasila. Maka paham radikal dan terorisme diharapkan tidak punya ruang untuk berkembang,”ungkapnya.

Sehingga rasa kebangsaan dan nasionalisme, lanjut Prof Hamka Haq. Bila sudah tertanam pada tiap-tiap individu. Maka tidak akan mudah tergoda oleh aliran radikalisme dan terorisme.

“Mari kita memahami dan saling mengisi antara satu dengan lainnya. Serta kita saling bahu membahu untuk menjaga NKRI,”katanya.

Selain itu, Prof Hamka Haq menyampaikan, MPR merupakan lembaga negara yang mempunyai ‎kewenangan tertinggi sesuai amanat Undang Undang (UU), bertugas mensosialisasikan Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, agar warga Indonesia terhindar dari pengaruh paham sesat dan radikalisme yang bertentangan dengan UUD 1945.

“Nah, memang dari situ kita fokus untuk menyampaikan pemahaman kebangsaan apa yang tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945. Kemudian kita juga memberikan pemahaman tentang ideologi negara. Sehingga masyarakat kita tidak terbawa aliran-aliran yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945,” tutupnya. (adv).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *