Pasuruan, Kabarpas.com – Kekosongan jabatan eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan akhirnya terisi. Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo resmi melantik empat Pejabat Tinggi Pratama untuk menakhodai sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) strategis, Rabu (1/4/2026).
Pelantikan yang digelar di Auditorium Mpu Sindok, Kompleks Perkantoran Raci tersebut menjadi momentum bersejarah. Pasalnya, Mas Rusdi—sapaan akrab bupati—mengklaim proses mutasi dan promosi kali ini menanggalkan gaya lama. Untuk kali pertama, Pemkab Pasuruan menerapkan sistem merit secara penuh dalam penempatan pejabat terasnya.
“Kami menjadi salah satu pemerintah daerah di Jawa Timur yang pertama kali menggunakan sistem merit dalam pelantikan pejabat eselon II,” tegas Mas Rusdi.
Empat nama yang mendapat mandat baru tersebut adalah Fathurrahman yang kini menjabat Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Lalu, Yuswianto yang resmi didefinitifkan sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).
Selanjutnya, kursi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kini diduduki Firdaus Handara. Sementara posisi Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA), Bina Marga, dan Bina Konstruksi dipercayakan kepada Sarinah Rostief.
Rusdi menjelaskan, penggunaan sistem merit menjadikan manajemen talenta sebagai panglima dalam penempatan jabatan. Artinya, tidak ada lagi istilah “titipan” atau sekadar asal pasang. Setiap pejabat dipindai kemampuannya agar sesuai dengan bidang tugasnya (right man on the right place).
“Manajemen talenta ini menjadi kunci. Kira-kira dia itu lebih cocok di OPD mana, di bidang apa. Nah, ini yang terus kita pertajam agar mesin birokrasi lari kencang,” imbuhnya.
Prosesi sakral ini disaksikan langsung oleh Ketua DPRD Pasuruan Samsul Hidayat dan Sekretaris Daerah (Sekda) Yudha Triwidya Sasongko. Mas Rusdi menambahkan, evaluasi dan kajian terhadap potensi seluruh ASN akan terus dilakukan secara berkelanjutan untuk mendapatkan formulasi penempatan yang paling pas.
“Kita terus kaji sampai dapat formula yang paling mantap untuk mengukur potensi semua ASN kita. Tujuannya satu, pelayanan publik harus makin paten,” pungkasnya. (dis/ian).



















