Pasuruann (Kabarpas.com) – Pihak keluarga pelaku pembacok Gus Yazid Bustomi menolak, kalau pelaku bernama Buhari itu dipolisikan. Pasalnya, mereka menganggap apa yang dilakuakan oleh Buhari itu di luar akal sehat. Sebab mereka menegaskan bahwa sampai saat ini Buhari mengalami gangguan jiwa.
“Pihak keluarga pelaku tidak berkehendak apabila pelaku dibawa ke kantor kepolisian, dikarenakan pelaku akan tetap berontak dan bertambah stres,” kata Kasubag Humas Polres Pasuruan Kota, IPTU Puryanto kepada Kabarpas.com, Senin (25/07/2016) malam.
Meski demikikan, pihak keluarga pelaku mengaku mau kasus ini dipolisikan, apabila Buhari dibawa ke rumah sakit jiwa terlebih dulu guna dilakukan pemeriksaan kejiwaan. “Selain itu pihak keluarga pelaku berjanji akan menjaga pelaku supaya tidak melakukan penyerangan kembali kepada korban maupun orang lain,” imbuhnya.
Seperti dikabarkan sebelumnya, peristiwa pembacokan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Pasuruan. Kali ini korbannya adalah pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Falah Kraton, Gus Yazid Bustomi. Pria yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Kraton itu, dibacok oleh seorang pria stres yang tak lain masih tetangganya sendiri.
Informasi yang diperoleh Kabarpas.com menyebutkan, kala itu pengasuh Ponpes yang beralamat di Dusun Selotambak Tengah, Desa Selotambak, Kecamatan Kraton, kabupaten setempat tersebut, baru saja keluar dari rumahnya menuju ke Masjid Nurul Hasani hendak mengurusi akad nikah anaknya. (ajo/gus).

















