Trenggalek, Kabarpas.com-Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek terus berinovasi dalam penanggulangan dampak El Nino. Salah satunya adalah dengan mengembangkan Ubi Jalar Gading.
Sekertaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan) Kabupaten Trenggalek, Imam Nurhadi mengatakan, salah satu dasar dari pengembangan Ubi Jalar Gading adalah dari hasil penelitian pada tahun 2020, hampir 2,5 milyar sebagian penduduk asia, afrika dan Amerika Latin menggunakan umbi-umbian sebagai bahan pangan, pakan dan industri. “Jadi itu salah satu dasar pengembangan Ubi Jalar Gading di Trenggalek, “ucapnya, Rabu (18/10/2023) siang.
Imam sapaan dia menjelaskan, untuk pengembangan Ubi Jalar Gading tersebut perlu diperhatikan beberapa hal. “Ini penting untuk meningkatkan produktivitas, “imbuhnya.
Beberapa-beberapa hal tersebut, masih lanjut Imam, antara lain :
1. Pemilihan jenis dan varietas tanaman yang tahan kekeringan dan mempunyai produktivitas tinggi.
2. Penyediaan irigasi air tanah tenaga surya.
3. Pemetaan sumber air tanah.
4. Mensiagakan penyuluh pertanian kecamatan.
“Itu empat hal yang perlu diperhatikan, “tukasnya.
1. Penyediaan irigasi air tenaga surya ini banyak keuntungannya, antara lain efisien, tepar guna dan biaya murah.
2. Pemetaan sumber air tanah diberikan kepada BPP kecamatan untuk dijadikan acuan.
3. Mensiagakan penyuluh kecamatan. Ini dimaksudkan untuk penyediaan pompa-pompa air untuk daerah yang kekeringan, percepatan tanam untuk wilayah-wilayah yang mempunyai persedian air cukup.
4. Memberikan sekolah lapang iklim kepada para petani. (ADV).

















