Pasuruan (Kabarpas.com) – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengusulkan Koperasi Simpan Pinjam Syariah BMT UGT Sidogiri, sebagai pelopor koperasi penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Indonesia.
“Koperasi ini sudah saya usulkan menjadi koperasi penyalur KUR. Semoga pada bulan ini bisa diputuskan,” kata Puspayoga saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan Koperasi Simpan Pinjam Syariah BMT UGT Sidogiri, di Gor Untung Soropati, Kota Pasuruan, Sabtu (20/02/2016).
Dijelaskan, koperasi Sidogiri yang saat ini sudah memiliki anggota sebanyak 12.901 orang tersebut, telah siap menjadi pelopor koperasi penyalur KUR. Sebab pihaknya melihat dari banyaknya program yang dilakukan oleh koperasi Sidogiri.
“Koperasi Sidogiri ini memiliki jumlah anggota yang sudah cukup banyak. Dan itulah yang menjadi salah satu indikator kalau koperasi tersebut berkualitas,” terangnya.
Ia juga menambahkan, dari tahun ke tahun perkembangan koperasi Sidogiri selalu mengalami peningkatan. Salah satu contohnya yaitu di tahun 2015 lalu, total aset Koperasi Sidogiri mengalami kenaikan sebesar 25,35 persen menjadi Rp 1,89 triliun.
“Selain itu kantor Cabang Koperasi Sidogiri setiap tahunnya juga mengalami kenaikan. Di tahun 2013 silam hanya berjumlah 238 unit, kemudian tahun 2014 naik menjadi 256 unit. Dan di tahun 2015 lalu juga mengalami kenaikan menjadi 273 unit,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KSPS BMT UGT Sidogiri, Mahmud Ali Zain dalam sambutannya menyampaikan, kalau saat ini BMT UGT Sidogiri telah memiliki jumlah karyawan sebanyak 1.422 orang.
“Saat ini jumlah karyawan kami ialah sebanyak 1.422 orang. Dengan banyaknya karyawan yang kami miliki ini, bisa menjadi salah satu bukti kalau kami turut serta membantu mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia,” pungkasnya. (ajo/gus).



















