Ini Versi Warga Soal Ibu dan Anak yang Tercebur ke Sumur

Pasuruan (Kabarpas.com) – Sejumlah warga menuturtkan bahwa peristiwa memilukan terceburnya seorang ibu dan anak ke sumur, dengan kedalaman kurang lebih 12 meter di Desa Karanglo, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan tersebut, diduga sengaja dilakukan oleh sang ibu karena memang hendak bunuh diri.

“Sejak pagi kami sudah melihat gelagat dia (Luvita.red) untuk menceburkan diri ke sumur,” ujar Rahmat salah satu warga kepada Kabarpas.com, Rabu (25/05/2016).

Ia menambahkan, karena melihat gelagat korban yang akan menceburkan diri itulah. Sehingga warga setempat sempat terus memantau gelagat Luvita. Namun, ternyata warga kecolongan lantaran korban dan anaknya sudah ditemukan berada di dalam sumur sekitar pukul 17.00 wib. “Kami kecolongan, dia (Luvita.red) dan anaknya sudah menceburkan diri ke sumur,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa diduga salah satu faktor yang membuat Luvita ingin mengakhiri hidupnya dengan menceburkan diri ke sumur tersebut, ialah karena kondisi tubuh anaknya yang kurus.

“Dengar-dengar dari warga lain, bilangnya sich begitu karena anaknya kurus jadi dia mau bunuh diri,” ucapnya kepada Kabarpas.com.

Apa yang dikatakan warga tersebut, juga diperkuat dengan rilis yang diterima Kabarpas.com dari Humas Polres Pasuruan Kota. Dalam rilis dari polisi itu disebutkan, kalau Suwanto yang merupakan suami Luvita mengatakan kalau selama ini istrinya sering berkeluh kesah lantaran kondisi tubuh anaknya itu kurus.

“Saksi (Suwanto.red) juga bilang jika istrinya sering bilang ingin masuk sumur, karena anaknya kurus,” ujar Iptu Puryanto, Kasubag Humas Polres Pasuruan Kota kepada Kabarpas.com, Rabu, (25/05/2016).

Seperti dikabarkan sebelumnya, warga Dusun Krajan, Desa Karanglo, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, mendadak ramai dengan ditemukannya seorang ibu dan anak yang tercebur ke sumur sedalam kurang lebih 12 meter, Rabu (25/05/2016) sore.

Informasi yang dihimpun Kabarpas.com di lokasi menyebutkan, kejadian memilukan itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Korban diketahui bernama Lufita 22 tahun dan anaknya yaitu bernama Agus Yazid 22 bulan.

Setelah dua jam kemudian, sejumlah warga akhirnya berhasil mengevakuasi ibu dan anak tersebut. Namun, sayangnya sang anak meninggal dunia. Sementara ibunya masih dalam kondisi hidup, dan saat ini menjalani perawatan di Puskesmas setempat. (ajo/gus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *