Tersandung Kasus Hukum, Pelajar Ini Dijemput ke Tahanan Untuk Ikuti UNBK

Pasuruan (Kabarpas.com) – Seorang pelajar di salah satu SMK Negeri di Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Terpaksa harus mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), dengan didampingi oleh petugas kepolisian. Pasalnya, pelajar tersebut saat ini terlibat dalam kasus hukum.

“Meski dia saat ini sedang menjalani proses hukum. Namun, dia tetap kami perbolehkan untuk mengikuti UNBK,” kata Iswahyudi, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Pasuruan kepada Kabarpas.com. Senin, (04/04/2016).

Dijelaskannya, orangtua dari pelajar tersebut mengambil yang bersangkutan ke tahanan Polsek Wonorejo. Kemudian pelajar itu langsung dibawa ke sekolahnya untuk mengerjakan UNBK hingga selesai. Pada saat mengerjakan UNBK di sekolah, siswa tersebut didampingi oleh petugas kepolisian dari Polsek Wonorejo dan pengawas UNBK. “Setelah selesai mengerjakan UNBK di sekolahnya, ia dibawa kembali lagi ke tahanan Polsek Wonorejo,” imbuhnya.

Di sisi lain, pria yang akrab disapa Abah Is ini mengatakan, di hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) maupun UNBK di wilayah Kabupaten Pasuruan masih berjalan lancar tanpa ada kendala. “Sampai saat ini saya belum mendapatkan laporan adanya kendala di lapangan. Itu berarti semuanya masih berjalan lancar tidak ada masalah,” terangnya kepada Kabarpas.com.

Sementara itu, seperti dikabarkan sebelumnya, untuk pelaksanaan Unas dan UNBK SMA sederajat di wilayah Kabupaten Pasuruan diikuti oleh 2619 peserta SMA negeri/swasta, 3810 pelajar MA, 7017 pelajar SMK negeri/swasta. Serta 1706 siswa dari kejar Paket C. (ajo/gus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *