Terkendala Modal, Batik Keong Pasuruan Belum Mampu Tembus Pasar Luar Daerah

Pasuruan (Kabarpas.com) – Terinspirasi binatang keong yang banyak dijumpai di area persawahan milik warga. Seorang perajin batik membuat batik dengan motif keong. Karena ide brilian itulah membuat usahannya kian berkembang dan bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga.

Selain itu, ia juga memberikan pelatihan membuat batik bermotif keong. Dan hasil yang diperoleh  nantinya dijual sehingga ibu-ibu rumah tangga yang menganggur mendapat penghasilan tambahan. Sayangnya, usaha batik keong tersebut masih mengalami kendala permodalan dan pemasaran.

Luluk, salah satu pengrajin batik keong dan pemilik Sanggar Batik Sekar Mukti di Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan mengatakan, kalau dirinya membuka pelatihan itu agar bisa menjadi usaha sambilan bagi ibu-ibu rumah tangga yang menganggur.

“Awalnya sering melihat banyaknya keong di sawah. Dari situ kemudian mencobanya membuat batik dengan motif keong,” kata Luluk kepada Kabarpas.com. Jumat,(20/11/2015).

Luluk menambahkan, bahwa pelatihan dan usaha di sanggar miliknya tersebut sudah berlangsung tiga tahun ini. Dan ia mengaku hasil yang diperoleh bisa dapat menambah anggaran belanja.

“Untuk harga per baju batik dengan motif keong ini, yaitu mulai dari RP 150 ribu hingga Rp 350 ribu. Dan apabila dipadukan dengan motif bordir. Maka harganya bisa sampai Rp 500 ribu,” terangnya kepada Kabarpas.com.

Meski begitu, pemasaran batik tersebut masih di lokal Pasuruan. Sebab, pihaknya masih kekurangan modal untuk menembus ke pasar luar daerah.

“Saat ini untuk pemasaran batik khas Pasuruan ini, pemasarannya masih di sekitar wilayah sini aja (Pasuruan.red), dan biasanya untuk oleh-oleh. Oleh karena itu, saya berharap agar pemerintah dapat membantu mengembangkan usaha batik keong yang saat ini menjadi icon di desa ini,”  (ajo/abu).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *