Pasuruan (Kabarpas.com) – Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Pasuruan, Arif Ilham, tak menampik dengan adanya kabar terkait keluarnya 5 orang kader partainya yang “murtad” dan berpindah menjadi relawan partai lain. Meski begitu, Arif menegaskan kalau kelima orang kadernya yang juga merupakan Pengurus Kelurahan (PK) Kebonsari itu, sudah lama tidak aktif.
“Mereka sudah tidak lagi menjadi Pengurus PK Kelurahan Kebonsari. Dan mereka sudah bukan kader Partai Golkar lagi sejak 2 tahun lalu. Sebab mereka sudah tidak dipakai, tapi masih saja mengaku-aku jadi pengurus,” ujar Arif Ilham saat dihubungi melalui telpon. Selasa, (24/11/2015).
Menurut Arif, dikarenakan bukan kader Partai Golkar, sudah sewajarnya jika keinginan mereka untuk melakukan konsolidasi, tidak dihiraukan.“Memangnya mereka siapa. Mereka bukan kader Golkar,” tandas Arif.
Seperti dikabarkan sebelumnya, ratusan orang yang sedang mengikuti sosialisasi temu warga bersama Hasani, Calon Wali Kota Pasuruan. Mendadak dikejutkan dengan aksi spontanitas lima orang Pengurus Kelurahan (PK) Partai Golkar Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo, kota setempat.
Kelima PK Partai Golkar Kelurahan Kebonsari itu, diantaranya yaitu Hari Subiyanto, Sekretaris, Hari Mulyono, M Ali, M Muchtar dan Saiful. Mereka secara bergantian melepas sendiri atribut partai Golkar yang dikenakannya.
Baru setelah itu, cawali yang diusung PKB, PKS, Partai Nasdem, Partai Hanura ,dan PBB, memberikan dan mengenakan kaos atribut BerHasil kepada kelima orang tersebut, sebagai tanda mereka dikukuhkan menjadi relawan BerHasil. (ajo/abu).



















