Pasuruan (Kabarpas.com) – Even tahunan Pasoeroean Jaman Bijen (PJB) resmi dibuka langsung oleh Wali Kota Pasuruan, Setiyono, pada Jumat (18/03/2016) sore tadi. Acara pembukaan PJB ini berlangsung meriah. Bahkan, beberapa saat setelah dibuka oleh Wali Kota setempat. Ribuan pengunjung yang sudah lama sabar menunggu langsung menyerbu masuk ke dalam area PJB tersebut.
Namun, sayangnya di balik itu semua tercium aroma tak sedap di area lokasi berlangsungnya PJB. Beberapa orang wali murid sempat berkeluh kesah kepada Kabarpas.com, lantaran keberatan anaknya dipungut biaya untuk mengikuti kegiatan yang merupakan rangkaian dari HUT ke-330 Kota Pasuruan tersebut. Bahkan, pungutan dari masing-masing sekolah pun beragam. Yakni, mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 30 ribu.
Uang pungutan itu sendiri digunakan untuk keperluan membuat stand agar bisa sebagus mungkin. Sebab masing-masing sekolah berlomba untuk beradu kreatifitas, supaya bisa menampilkan stand yang terbaik dalam festival PJB yang berlangsung di halaman GOR Untung Suropati, Jalan Sultan Agung, Kota Pasuruan tersebut.
“Anak saya kemarin diminta iuran Rp 10 ribu. Tapi, itu diambil dari uang kas kelas masing-masing.,” ucap salah satu wali murid di sebuah SMA negeri di Kota Pasuruan, yang mewanti-wanti Kabarpas.com agar namanya tidak dicantumkan.
Hal serupa ternyata juga ditemukan di beberapa SMK yang ada di kota setempat. Salah seorang wali murid yang ditemui Kabarpas.com di lokasi festival PJB mengatakan, kalau anaknya diminta iuran Rp 30 ribu oleh pihak sekolah.
“Kalau anak saya dimintai iuran uang Rp 30 ribu. Katanya sich buat acara PJB ini. Anehnya, ketika saya tanya surat edaran dari sekolah. Dia mengaku tidak ada, ” ucap salah satu wali murid yang keberatan namanya untuk ditulis.
Sementara itu, pantauan Kabarpas.com di lokasi acara, dalam Festival PJB kali ini masih menampilkan suasana yang hampir sama dengan PJB di tahun-tahun sebelumnya, yaitu menampilkan gambaran Pasuruan di tempoe doloe. Bahkan, peserta yang menjaga standnya masing-masing pun juga ikut mengenakan pakaian dan aksesoris ala zaman dahulu kala. (jon/gus).



















