Sejak Ramai Diberitakan, Jalur Pantura Pasuruan yang Rusak Parah Akhirnya Diperbaiki

Pasuruan (Kabarpas.com) – Sejak ramai diberitakan di berbagai media, baik lokal maupun nasional. Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional, akhirnya mulai memperbaiki jalur Pantura Pasuruan, yang kondisi sebelumnya mengalami rusak parah.

Pantauan Kabarpas.com di lokasi, sejumlah alat berat telah didatangkan ke lokasi jalan raya yang mengalami rusak parah tersebut. Selain itu, tampak beberapa orang pekerja tengah sibuk menembel kondisi jalan yang berlubang di sepanjang jalur Pantura Pasuruan itu, tepatnya di Jalan Raya Bendungan, Kabupaten Pasuruan.

Saiful, salah satu pekerja mengatakan, pihaknya baru hari ini (Selasa, 26/04/2016.red) memulai memperbaiki Jalur Pantura Pasuruan yang mengalami kerusakan.

“Baru tadi pagi yaitu sekitar jam 10.00 WIB, kami memulai mengerjakan perbaikan jalan ini,” kata Saiful kepada Kabarpas.com.com saat ditemui di lokasi.

Akibat adanya perbaikan jalan ini, sejumlah kendaraan roda dua maupun empat yang kebetulan melintas di jalur Pantura Pasuruan itu menjadi tersendat. Beberapa orang petugas kepolisian dari Satlantas Polres Pasuruan Kota langsung datang ke lokasi guna mengatur arus lalu-lintas yang ada di jalur tersebut.

Selain itu ia menambahkan, kalau pihaknya hanya bisa melakukan perbaikan kerusakan jalan di Jalur Pantura Pasuruan tersebut, khususnya yang berada di sisi selatan jalan. Sebab yang berada di sisi utara jalan bukan wewenang pihaknya.

“Kami hanya bisa memperbaiki jalan rusak yang sudah masuk dalam satu paket. Sedangkan untuk yang tidak masuk dalam satu paket itu bukan tanggung jawab kami,” terangnya kepada Kabarpas.com.

Seperti dikabarkan sebelumnya, jalan raya yang menghubungkan Surabaya-Banyuwangi tersebut, sempat dikeruk dengan menggunakan alat-alat berat, sehingga badan jalan bergerat dan membahayakan pengendara.
Bahkan, kondisi jalur pantura yang bergerat itu setelah dikeruk sekitar sepanjang 25 kilometer (km). Kerukan sebagian besar terletak di ruas jalur arah Pasuruan – Surabaya. Namun, geratan hasil kerukan tersebut tidak tersambung total 25 km, tapi terputus-putus.

Lebar geratan di sepanjang jalan yang dikeruk itu, besarannya relatif antara 3 hingga 10 centimeter (cm) atau maksimal seukuran ban motor. Sehingga membuat ban motor mudah selip dan membahayakan pengendaranya karena terpeleset.

Fatalnya lagi, setelah dikeruk, jalan tidak segera diperbaiki atau diratakan kembali. Terkesan pekerjaan ditelantarkan begitu saja. Bahkan, alat-alat berat pengeruk jalan hanya diparkir di pinggir jalan raya tersebut. Akibatnya dalam sehari, dipastikan ada pengendara motor yang terjatuh akibat terpeleset gara-gara geratan jalan yang terkeruk tersebut. (ajo/gus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *