Santoso Si Anak Beruang Madu Lahir di TSI II Prigen

Pasuruan (Kabarpas.com) – Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen, kembali berhasil mengembang biakan salah satu satwa langka yang dilindungi di Indonesia, yaitu beruang madu dari Kalimantan.

Menurut drh, Ivan Chandra, salah satu dokter hewan di TSI II Prigen, Kabupaten Pasuruan mengatakan bahwa hewan yang saat ini sudah mendekati kepunahan itu, berhasil melahirkan seekor bayi lucu yang diberi nama Santoso.

“Santoso lahir pada tanggal 15 November 2015 lalu. Ia lahir dari induknya bernama Selly (induk betina) dan Paijo (induk jantan). Untuk proses kelahirannya sendiri berjalan lancar tak ada kendala,” kata drh, Ivan Chandra kepada Kabarpas.com, saat ditemui di lokasi, Selasa (26/04/2016).

Dijelaskannya, beruang madu tersebut mengandung selama lebih kurang 3,5 bulan. Dan induk betinanya sendiri (Selly) diketahui mulai kawin sekitar Juli 2015 lalu.”Saat itu sehari sebelum melahirkan bayinya, induk betina beruang (Selly) nampak tak mau makan dan tidak mau masuk ke kandangnya,” imbuhnya.

Untuk sekedar diketahui, Santoso merupakan golongan beruang madu yang juga disebut Sun Bear atau Malayan Sun Bear (Helarctos malayanus). Beruang jenis ini memiliki ukuran badan terkecil dari keluarga beruang yang ada di bumi.

Nama Sun Bear sendiri diambil dari bentuk tanda dada dan sekitar leher beruang ini yang menyerupai matahari terbit. Sedangkan nama beruang madu yang akrab digunakan oleh orang Indonesia diambil dari kebiasaan si beruang yang sering meminum madu. (ajo/gus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *