Puluhan Warga Desa Kalirejo Geruduk Kantor Kecamatan Kraton

Pasuruan (Kabarpas.com) – Kekecewaan warga Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, terhadap seorang perangkat desa setempat yang bermasalah bernama Abdul Kosim. Ternyata hingga kini terus berlanjut. Bila sebelumnya mereka meluapkan kekecewaannya dengan melempari batu rumah yang bersangkutan. Namun, kali ini warga lebih memilih untuk mengeruduk kantor kecamatan setempat.

Pantauan Kabarpas.com di lokasi, puluhan warga yang berasal dari Dusun Kisik dan Kebonsawah, Desa Kalirejo itu, datang ke kantor kecamatan dengan menggunakan mobil pikap warna hitam. Sesampainya di kantor kecamatan, para warga yang sebagian besar adalah ibu-ibu dan sisanya adalah para bapak-bapak tersebut, langsung berteriak-teriak minta kejelasan Kades setempat soal diaktifkannya kembali Abdul Kosim, yang sebelumnya sudah resmi mengundurkan diri.

“Tolong pak inggih (sebutan kades.red) yang tegas dong. Ini bagaimana kok bisa perangkat desa yang jelas-jelas sebelumnya sudah mengundurkan diri. Tapi sekarang kok sudah langsung aktif kembali di balai desa,” ujar salah satu warga dengan nada emosi.

Menurut Badrus, salah satu warga setempat menceritakan, kalau Abdul Kosim itu merupakan perangkat desa setempat pada masa Kades sebelumnya yaitu Abdul Hamid. Ia menambahkan, bahwa pada saat itu antara warga Desa Kalirejo dengan Abdul Kosim memiliki masala, hingga membuat warga setempat kecewa terhadap yang bersangkutan.

“Dia (Abdul Kosim,red) diduga kerap melakukan pungutan liar (Pungli) kepada warga. Sebab setiap warga yang meminta bantuan urusan kedesaan kepada dia selalu dimintai uang. Sehingga pada waktu itu ia masih menjabat warga mendesanya untuk mundur, dan ia pun akhirnya membuat surat pernyataan pengunduran diri. Dan surat itu disetujui oleh pihak Muspika,” terangnya kepada Kabarpas.com.

Sejumlah petugas kepolisian dari Polsek Kraton dan beberapa orang pemuda keamanan Dusun Kisik pun turut memantau jalannya aksi warga tersebut. Sehingga aksi warga ini berjalan dengan tertib dan kondusif.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) setempat, Muhammad Adip mengaku, kalau dirinya tidak tahu banyak tentang Abdul Kosim yang ternyata merupakan perangkat desa bermasalah pada masa kades sebelumnya.

“Saya kan baru jadi Kades, mana tahu lebih banyak tentang dia (Kosim.red). Oleh karena itu ke depan saya akan belajar untuk mengetahui tentang kepribadian warga saya. Untuk saat ini saya akan mencoba meredam warga yang kecewa,” pungkasnya. (ajo/abu).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *