Pasuruan (Kabarpas.com) – Puluhan guru-guru madrasah yang berada di bawah naungan Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan, mengikuti program peningkatan kualitas sekolah, yang digelar oleh Kemenag setempat bekerjasama dengan Sampoerna Foundation.
Acara yang sudah digelar sejak awal Januari lalu itu, dilaksanakan di salah satu lembaga pendidikan yang ada di Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Dan pada Kamis (19/05/2016) siang tadi merupakan acara penutupan pelatihan tersebut. Dalam acara penutupan itu sendiri, diisi dengan seminar tentang pendidikan.
Kepala Kemenag Kabupaten Pasuruan, Barnoto menyampaikan, digelarnya kegiatan ini ialah dalam rangka meningkatkan kualitas sekolahan yang berada di bawah naungan pihaknya. Agar mereka senantiasa mampu berkompetensi dengan sekolahan umum.
“Seiring dengan arus globalisasi, lembaga pendidikan harus mampu berkompetensi dalam meningkatkan kualitas sekolahannya, agar tidak tertinggal dengan sekolahan lainnya,” ujar Barnoto dalam sambutannya.
Sementara itu, Ketua PC Ma’arif Kabupaten Pasuruan KH Mujib Imron yang saat itu menjadi salah satu narasumber mengatakan, agar para pemangku lembaga pendidikan tidak mengratiskan biaya pendidikan. Sebab menurutnya, hal itu sama halnya dengan menganggap pendidikan tersebut lemah.
“Nah, solusinya ialah dengan melakukan subsidi silang, bagi masyarakat kurang mampu. Tapi, dia punya potensi akademik dan kemampuan yang keras. Maka dia harus kita bebaskan biaya pendidikannya,” terangnya kepada Kabarpas.com.
Selain itu, pengasuh Ponpes Al-Yasini ini juga berharap agar semua pimpinan lembaga pendidikan harus bisa menunjukkan sekolahannya punya unggulan. Tidak terus menerus mengikuti alur pemerintah.
“Jangan sampai mengikuti alur pemerintah. Harus berani membuat unggulan sesuai dengan sumber daya yang ada. Termasuk visi dan misi kita harus sesuai dengan apa yang kita punyai dan harus dibawa ke mana. Insya’ Allah dengan itu akan menjadi lembaga yang favorit,” pungkasnya. (adv).



















