Pasuruan (Kabarpas.com) – Pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) online di Kota Pasuruan, di warnai dengan adanya gangguan server yang muncul di website. Kondisi tersebut dikeluhkan oleh kalangan orang tua calon siswa yang mendaftar ke SLTA. Pasalnya, berakhirnya pendaftaran online pada hari ini dibarengi dengan lambatnya proses input data. Akibatnya, banyak calon peserta didik yang sempat menunggu lama.
Hilmi Fernandes, salah satu kakak calon siswa SMA mengatakan, jika dirinya sempat kesulitan mengakses website untuk mendaftarkan adiknya di SMAN 2 Kota Pasuruan. Padahal, sistem online diterapkan guna menyederhanakan proses pendaftaran.
“Saya mengakses website PPDB online di Kota Pasuruan pada pagi hari. Tapi masih saja belum masuk. Bahkan, tadi itu saya bersama adik saya keluar masuk warnet hingga empat kali. Setelah menungggu lama, siangnya itu akhirnya bisa berhasil, ” ujarnya kepada Kabarpas.com saat ditemui di SMAN 2 Kota Pasuruan, Selasa (21/06/2016).
Hal senada juga dikeluhkan oleh calon peserta didik, Ahmad Rofik. Menurutnya, pendaftaran online itu mudah trobel. Dampaknya pun langsung ke calon peserta didik.
“Tadi pagi hanya bisa dibuka berandanya saja. Terkadang loading websitenya pun sangat lama. Otomatis ini sangat menggangu dalam hal kesiapan pendaftaran baru,” ucap pria yang baru saja lulus di salah satu smp negeri di kota setempat, kepada Kabarpas.com.
Sementara itu, di tempat terpisah. Kepala Dinas Pendidikan Kota Pasuruan, Suhariyanto menampik soal gangguan server PPDB tersebut. Sebab kata dia, di lapangan secara teknis terkait PPDB tidak ada gangguan apapun.
“Seandainya ada hal-hal teknis seperti server ngadat akan kami evaluasinya. Evaluasi itu tentu tak lain agar memberikan kenyamanan kepada para calon didik baru,” terangnya kepada Kabarpas.com.
Untuk diketahui, pengajuan pendaftaran online di Kota Pasuruan dibuka selama dua hari, yakni 20-21 Juni 2016. Jika belum mendaftar terlebih dahulu, otomatis tidak bisa melanjutkan sekolah negeri. Sedangkan daya tampung siswa di empat sekolah SMAN dan dua SMKN di Kota Pasuruan berjumlah 1.054 siswa.
Sementara pola penerimaan siswa di Kota Pasuruan tak hanya hasil UN tertinggi, namun nilai test potensi akademik juga mempengaruhi dengan nilai bobot 30 persen. Selain itu hasil wawancara memiliki nilai bobot yang tinggi hingga 40 persen, ditambahkan lagi nilai prestasi akademik dan non akademik. (ajo/gus).



















