Prihatin Maraknya Peredaran Obat-obatanTerlarang, Warga Gempol Canangkan Kampung Anti Narkoba

Pasuruan (Kabarpas.com) – Prihatin dengan maraknya peredaran obat-obatan terlarang yang saat ini sudah mulai menyasar hingga ke pelosok pedesaan. Membuat warga Desa Sejo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan mencanangkan desanya menjadi Kampung Anti Narkoba.

Niatan warga setempat untuk mencanangkan desanya menjadi Kampung Anti Narkoba tersebut, diawali dengan pelaksanaan mural lukisan di dinding yang menggambarkan dampak negatif penggunaan narkoba. Bahkan, di sepanjang jalan perkampungan desa setempat, terlihat berbagai lukisan dengan warna-warni cat tembok.

Nah, untuk puncak acara dari pencanangan Kampung Anti Narkoba itu sendiri, dilaksanakan pada Sabtu (30/01/2016) pagi tadi, di lapangan Gempol, kabupaten setempat. Yang sekaligus bertepatan dengan pelaksanaan hari jadi desa tersebut.

Dalam acara itu, menampilkan sejumlah seni budaya dari berbagai daerah. Diantaranya yaitu Reog Singo Budoyo, tari Jaranan-Bantengan, seni Karawitan Laras Budoyo, dan live music jazwit-akustik music. Acara ini dihadiri oleh jajaran Muspika Gempol, Wakapolres Pasuruan, dan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur H. Muzammil Syafi’i.

“Ini adalah momen yang sangat tepat, untuk mencanangkan gerakan Kampung Anti Narkoba. Sebab saat ini dari data yang kami peroleh, sudah ada sebanyak 1.600 jiwa mencoba menjadi pengguna narkoba, 1.200 pemakai dan pengedar, dan 920 jiwa terkapar karena narkoba,” kata Muzammil dalam sambutannya.

Muzammil menegaskan, ketika dulu ia masih menjabat sebagai Wakil Bupati Pasuruan dan Ketua Badan Narkotika Kabupaten Pasuruan periode 2003-2008. Jawa Timur merupakan peringkat ketiga tertinggi dalam pemakaian narkoba di Indonesia.

“Untuk memberantas narkoba, saat ini masyarakat tidak bisa mengandalkan aparat. Karena oknum polisinya pun juga ada yang sebagai pengedar, oknum TNI pun juga ada yang sebagai pengedar, dan oknum pemerintah pun juga ada yang terlibat penggunaan narkoba,” terangnya.

Menurutnya, salah satu solusi untuk mencegah dan memberantas narkoba itu sendiri, ialah berawal dari keluarga, pendidikan agama yang kuat, dan kegiatan positif. “Kalau tiga unsur itu dilakukan, insya’Allah akan terhindar dari bahaya narkoba,” imbuhnya.

Sementara itu, menurut Jupri Abdullah, salah satu pengagas Kampung Anti Narkoba mengatakan, kalau ide gagasan terkait pencanangan Kampung Anti Narkoba itu, muncul dari beberapa kegelisahan dan keperihatinan warga setempat, yang melihat maraknya narkoba pada saat ini.

“Dengan dicanangkan Kampung Anti Narkoba ini, kami warga di sini berkomitmen untuk tidak menyentuh narkoba. Itu kami lakukan demi anak cucu kami nanti, agar tidak menjadi korban dari obat-obatan terlarang tersebut,” pungkasnya. (ajo/gus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *