Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Advertorial · 5 Nov 2023

PKK Trenggalek Belajar Pengelolaan Sampah dan Ketahanan Pangan ke Magetan


PKK Trenggalek Belajar Pengelolaan Sampah dan Ketahanan Pangan ke Magetan Perbesar

Trenggalek, kabarpas.com – Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek melakukan kunjungan kerja ke Desa Taji, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan. Kunker tersebut dimaksudkan untuk melakukan studi tiru terkait pengelolaan sampah dan ketahanan pangan.

Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini cukup aktif dalam membangun kerja sama dengan daerah-daerah untuk bisa melakukan pengelolaan sampah dan ketahanan pangan yang baik di Kabupaten Trenggalek.

Novita menjelaskan, membuka mata adalah jalan untuk terbukanya inspirasi. Karena, tanpa melihat semua penggerak masyarakat tidak bisa melahirkan inovasi.

“Jadi kunker ke Magetan ini dimaksudkan dalam rangka memberikan inspirasi kepada TP PKK Kabupaten Trenggalek agar bisa merumuskan program kerja tahun depan,” ucapnya.

Sementara itu, Kades Taji, Sigid Supriyadi menjelaskan, pengelolaan sampah di Desa Taji diawali perintah dari pengasuh Ponpes Temboro agar sampah di pondok bisa diatasi. Permintaan tersebut karena Pemkab setempat dianggap tidak bisa memberi solusi terkait sampah di pondok.

Sigid menceritakan, diawali dengan membuat tempat pembakaran sampah sampai beberapa kali, namun beberapa kali sempat dibongkar dan dibangun lagi. Sebagian sampah dimanfaatkan oleh masyarakat, sebagian dibakar.

Proses pembakaran tidak menggunakan bahan bakar atau listrik. Sampah basah dan kering tidak dipilah, kecuali logam atau kaca, karena bisa mengganggu proses pembakaran, “terangnya.

Sigid menyebut, dengan menggunakan bejana atau reaktor yang sedikit menggunakan bahan kimia tidak menghasilkan emisi gas. “Saya sempat memaparkan Teknologi Tepat Guna (TTG) ini ang dibuatnya di Kementerian Desa, “imbuhnya.

Sigid menegaskan jika panas tungku pembakaran bisa bisa mencapai 1.300 derajat. Sehingga sampah apapun, basah atau kering akan hancur.

Sehingga, tungku pembakaran yang panasnya mencapai 1.300 derajat hingga 2 hari tidak perlu perlu pematik untuk membakar panas. Hal ini disebakan karena panasnya yang lumayan tinggi.

Dia mengakui, dalam pembakaran masih terdapat residu, namun perbandingannya sangat kecil dan ini bisa digunakan untuk campuran semen dan semakin keras. Karena, residu nya nol maka bisa juga digunakan untuk pupuk.

“Perbandingannya adalah sampah 5 dump truck residunya hanya dua angkong, “ujarnya.

Selanjutnya, dia juga bercita-cita menciptakan listrik gratis untuk masyarakat dengan memanfaatkan panas pembakaran sampah ini menjadi listrik.

“Untuk ketahanan pangan saya berencana mengembangkan tanaman Alpukat Siger dari Lampung. Produktivitas tanamannya sangat produktif, “tutupnya. (ADV/Sumber : Prokopim Kabupaten Trenggalek).

Artikel ini telah dibaca 29 kali

Baca Lainnya

SPPG Pondokkelor 2 Gelar Baksos Door to Door Bagi Warga Kurang Mampu

3 Mei 2026 - 16:02

Hardiknas di Jember Diisi Sarasehan, Bupati Bahas Tunjangan Guru dan PPPK

3 Mei 2026 - 15:52

Gebyar Kreativitas Anak PAUD di Pasuruan Meriah, Bunda Ani Tekankan 7 Kebiasaan Anak Hebat

3 Mei 2026 - 08:37

Peringati Hardiknas 2026, Menag Nasaruddin Umar Beri Penghargaan Dua Siswa Madrasah Berprestasi Dunia

3 Mei 2026 - 06:20

May Day di Kebun Kalisanen Tunjukkan Potret Relasi Buruh dan Manajemen yang Akrab

2 Mei 2026 - 18:59

Jaminan Stabilitas Kepemimpinan Prabowo di Tengah Turbulensi Politik

2 Mei 2026 - 18:25

Trending di Kabar Terkini