Trenggalek, kabarpas.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek terus berupaya memujudkan perlindungan perempuan dan anak. Salah satunya adalah membentuk Pos Curhat di setiap Desa.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menjelaskan, pihaknya memberikan pembekalan konselor Rumah Perempuan dan Perlindungan Anak (RPPA). Pembekalan tersebut di lakukan di Pendhapa Manggala Praja Nugraha.
Mas Ipin sapaan dia menuturkan, Pos Curhat itu fokus pada tiga hal, yaitu mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan manusia serta ketidakadilan akses baik dalam bidang ekonomi dan pendidikan.
Menurutnya, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang muncul dipermukaan belum tentu mencerminkan jumlah yang sebenarnya. Mungkin karena takut bersuara.
“Itu pentingnya kita mempunyai jejaring untuk agar bisa mendengar dan menyaring semua keluhan sebanyak mungkin, “ucapnya.
Ditambahkannya, tidak ada kasus bukan berarti tidak ada kekerasan. Itu hal penting yang perlu di perhatikan, sehingga tingkat kewaspadaan perlu ditingkatkan.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini menyampaikan, pentingnya sinergi peran dimulai dari lingkup keluarga, yakni pengasuhan anak tidak tertumpu pada seorang ibu.
“Pada tahun 2016, PKK Trenggalek punya program Satu Jam Bersama Ayah. Saat saya berkeliling ke sekolah-sekolah, peran ayah tidak hanya menemani fisiknya saja tapi harus lahir batin saat belajar dan bermain, “ujarnya.
Novita sapaan dia menyebut, Pos Curhat tidak hanya sekedar lapor saja, namun perlu adanya interaksi. Sehingga, para konselor juga dilatih untuk bisa memberikan pendampingan psykologis.
“Meskipun pencegahan sudah ada tapi perlu juga pendampingan. Jadi setiap ada masalah baik kasus anak, remaja sampai ibu-ibu ataupun bapak-bapak, biaanya merwka datang dengan masalah masing-maaing. Untuk itu, kami dari TP PKK kabupaten melatih konselor untuk menjadi pemdamping yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat, ” tutupnya (ADV/Sumber : Prokopim Kabupaten Trenggalek).

















