Pasuruan (Kabarpas.com) – Ketua Tanfidziyah Penggurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, KH Sonhaji Abdusshomad mengajak warga nahdliyin di wilayah setempat, agar dapat melawan paham radikalisme yang saat ini mulai marak di tanah air Indonesia.
“Setiap paham radikal dan gerakan yang berpotensi merongrong Negara Kesaturan Republik Indonesia (NKRI) harus dilawan. Sebab NKRI itu sudah harga mati. Karena NU sendiri didirikan selain untuk agama, juga untuk mengabdi kepada negara,” ujarnya kepada Kabarpas.com. Jumat, (15/01/2016).
Menurut ulama asal Sukorejo ini menuturkan, bahwa perlawanan terhadap paham radikal dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya yaitu dengan mempersempit ruang gerak kelompok radikal tersebut.
“Kalau ada aktivitas organisasi atau kelompok yang mencurigakan, apalagi sampai ada yang mengajak untuk makar. Maka segera laporkan saja ke pihak terkait,” kata pria yang akrab disapa Gus Son itu kepada Kabarpas.com.
Sementara itu, saat disinggung upaya pihaknya untuk melindungi warga nahdliyin dari paham radikalisme tersebut. Gus Son mengatakan, kalau saat ini pihaknya sudah mulai melakukan konsolidasi dari tingkat cabang hingga ke penggurus-penggurus ranting. Hal itu dilakukan dalam rangka terus memberikan pembekalan dan pemahaman nilai kebangsaan kepada para warga nahdliyin.
“Untuk mencegah agar warga NU tak ikut terjerumus dalam paham radikalisme tersebut. Saat ini kami telah berupaya menanamkan nilai kebangsaan dan hubbul wathon (cinta tanah air.red) kepada warga nahdliyin di wilayah Kabupaten Pasuruan,” pungkasnya. (ajo/gus).



















