NKRI HARGA MATI, NU SAMPAI MATI

Oleh: Haidar Hafeez

1926 silam
Jauh sebelum Sukarno pekik proklamasi
Resah mbah Wahab
Terurai istiharah mbah Hasyim
Mbah Kholil menangkap arah istiharah sang murid
.
Diutuslah mbah Asad Samsul Arifin menyampaikan risalah istiharah
Kalung tasbeh jawaban doa langit mbah Hasyim
Wusul tawasul keduanya kebangkitan para ulama
Menyongsong kemerdekaan membentengkan pondok-pondok
Pertahanan terahir menghadapi irrajim penjajah
.
Nahdlatul Ulama
Lahir ujud keteguhan akidah ahlussunnah waljama’ah
Menerjemah rahmatan lil alamin dengan islam nusantara
Mengikat tali keutuhan bernegara kesatuan republik Indonesia
.
Pada bumi pertiwi
Mbah Hasyim menyeru resolusi jihad
Panggul senjata hardik penjajah
Bagi jiwa dalam radius seratus kilo meter
Tidak tua ataupun muda
Berduyun-duyun habisi penjajah
.
Jendral Mallabi terbungkus kafan
Tertembus bambu runcing arek Suroboyo
Mengaum bagai harimau kelaparan
Oleh heroik corong bung Tomo atas restu mbah Hasyim
.
Merdeka atau mati
Menaiki puncak hotel Yamato
Menurunkan bendera penjajah
Merah darah mengalir deras
Disela putih tulang-tulang berserakan
Merah putih berkibar mengobarkan api jihad
.
Allahu akbar, Allahu akbar
Nyawa pertaruhan NKRI
Allahu akbar, Allahu akbar
Demi senyum anak-anak negeri
Tak perduli walau hanya berbekal penjalin ketepel dan belati
Semuanya demi rebut kembali merdeka NKRI
.
Nahdlatul Ulama
Lahir di atas penindasan kaum imperialis nan bengis
Membebaskan rakyat dari intimidasi bermodalkan idealis
Anti penindasan, alqurannya “rahmatan lil alamin”
Seluruh rakyat bahagia menyatakan amin
Mereka rela lebur menjadi nahdliyin
________________________________________
Puisi ini tercipta demi memeriahkan perhelatan Konfercab NU Kabupaten Pasuruan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *