Pasuruan (Kabarpas.com) – Sebagai salah satu bentuk kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar. Assa Logistics memberikan bantuan bank sampah kepada SDN Sukorejo III. Bantuan tersebut dikemas dalam acara launching Sekolah Bumi Lestari, yang berlangsung di halaman SDN Sukorejo III. Jumat, (27/11/2015).
“Pada hari ini, (Jumat.red) telah dilaunching bank sampah di SDN Sukorejo III. Ini merupakam salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) yang kami tujukan untuk sekolah di sekitar perusahaan,” kata Maryanto, District Head Assa Logistics Sukorejo kepada Kabarpas.com.
Ia mengatakan, dilaunchingnya bank sampah tersebut, ialah atas berkat kerjasama antara pihaknya dengan UKM Studi Lingkungan Hidup Saunggalih Universitas Yudharta Pasuruan, dan pihak SDN Sukorejo III.
“Dengan kegiatan ini, kami ingin agar anak-anak yang sekolah di SDN tersebut, bisa terbiasa menjaga lingkungannya dengan membuang sampah pada tempatnya. Serta mengajarkan kepada mereka menabung sampah dari barang-barang bekas yang ada di sekitar mereka. Salah satunya seperti bekas tempat detergen,” ucapnya.
Dalam acara launching tersebut, pihak Assa Logistics juga memberikan bantuan sebanyak 15 tempat sampah dengan beraneka warna yang berbeda. Di mana setiap warna dari tempat sampah tersebut, disesuaikan dengan kategori jenis sampah yang akan ditabung. “Ada 15 tempat sampah dengan warna berbeda-beda yang hari ini kami berikan ke SDN Sukorejo III,” imbuhnya.
Kepala SDN Sukorejo III, Choirun Nisa’ mengaku, kalau pihaknya menyambut baik dengan adanya bantuan yang diberikan oleh Assa Logistics tersebut. Sebab menurutnya, dengan adanya bank sampah di tempatnya, tentu akan membiasakan para siswa rajin menabung sampah-sampah bekas.
“Harapannya sekolah kami bisa bertambah bersih dan sehat. Dan bisa membawa sekolah kami ke Adiwiyata. Selain itu kami berharap ada tindak lanjut dari kegiatan launching ini, yaitu seperti penamaman pohon, ” terangnya.
Sementara itu, Ketua UKM Studi Lingkungan Hidup Saunggalih Universitas Yudharta Pasuruan mengatakan, kalau pihaknya akan terus melakukan gerakan-gerakan nyata untuk mengajak masyarakat peduli terhadap lingkungan sekitar.
“Di Kabupaten Pasuruan masih banyak sekali ditemukan model pendidikan yang minim dari wawasan lingkungan hidup, dan biasanya itu ditemukan pada sekolah-sekolah pedalaman, sekolah swasta, atau pun sekolah di lingkungan pesantren,” pungkasnya. (adv).



















