Ketua Forum Masyarakat Tretes: Kasus HIV/AIDS di Pasuruan Lebih Ngeri Ketimbang Teroris

Pasuruan (Kabarpas.com) – Maraknya penderita HIV AIDS khususnya di kawasan Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, ternyata selama ini belum ditangani secara maksimal oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan. Padahal, kawasan tersebut rencananya akan dijadikan wisata keluarga yang ada di wilayah kabupaten setempat.

Kurangnya perhatian akan penyakit masyarakat itu, membuat tiga warga Tretes meregang nyawa akibat penyakit yang mematikan tersebut. Bahkan, kematian warga itu dibenarkan oleh Joko Cahyono, Ketua Forum Masyarakar Tretes (FMT).

“Memang betul sudah ada tiga korban yang meninggal dunia karena HIV/AIDS. Persoalan HIV/AIDS di kawasan Tretes itu, dikarenakan kurang adanya perhatian dari Pemkab Pasuruan,” ujar Joko Cahyono kepada sejumlah wartawan. Sabtu, (30/01/2016).

Menurut politisi partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini mengatakan, penyakit yang belum ada obatnya itu tumbuh subur di kawasan Tretes, Prigen. Di mana Kabupaten Pasuruan, seiring dengan predikat sebagai ‘Kota Santri’ yang tentunya akan berdampak negatif pada masyarakat luas.

“Persoalannya hampir sebagian besar “penjual cinta” yang ada di Tretes sudah terindikasi oleh HIV/AIDS. Bayangkan, kalau remaja hingga kalangan multi profesi yang terjangkit bagaimana nasib bangsa ini, “ jelasnya.

Untuk itu, dirinya mengatakan, jika hal ini dibiarkan terus menerus dan tidak ada penanganan serius dari pemerintah setempat. Maka apa jadinya generasi bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Kabupaten Pasuruan yang ada di wilayah Tretes dan sekitarnya.

“Kasus HIV/AIDS ini lebih ngeri ketimbang menangani teroris. Karena kalau teroris, mereka meledakkan tempat tertentu ya tentunya korbannya juga tertentu. Lha kalau penyakit ini akan dirasakan dampaknya langsung kepada masyarakat luas khususnya bagi generasi muda,“ pungkasnya. (ajo/gus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *