Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 26 Feb 2026

Kecewa Bonus Dipangkas, Atlet Kota Pasuruan Peraih Medali PORPROV Injak-injak Simbolis Penghargaan


Kecewa Bonus Dipangkas, Atlet Kota Pasuruan Peraih Medali PORPROV Injak-injak Simbolis Penghargaan Perbesar

Reporter: Emen Sugeng Hariyono

Editor: Ian Arieshandy

 

Pasuruan, kabarpas.com – Pemberian bonus bagi atlet peraih medali Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur asal Kota Pasuruan dipangkas dari nominal awal yang beredar. Kebijakan itu memicu protes pelatih, atlet, dan orang tua saat penyerahan simbolis di Gedung Gradhika Kota Pasuruan, Kamis (26 /02/2026).

Dalam video yang beredar luas di media sosial, tampak sejumlah atlet meluapkan rasa kecewanya dengan aksi yang memprihatinkan. Mereka terlihat menginjak-injak simbolis penghargaan sebagai bentuk protes keras atas nominal bonus yang dinilai tidak manusiawi.

Pemotongan disebut dilakukan pemerintah daerah dengan alasan efisiensi anggaran. Sejumlah penerima mengaku baru mengetahui besaran akhir ketika pencairan dilakukan.

Riyanto Pelatih renang menjelaskan, nilai bonus tidak sesuai dengan informasi sebelumnya. Untuk medali emas, angka yang semula disebut Rp 30 juta direalisasikan Rp 10 juta.  Perak dari Rp 20 juta menjadi Rp 7,5 juta, sedangkan perunggu dari Rp 10 juta turun menjadi Rp 5 juta.

“Kalau memang ada keterbatasan anggaran, seharusnya disampaikan sejak awal. Jangan setelah kami berjuang,” Papar Riyan.

Dirinya menilai persoalan tersebut berdampak pada motivasi atlet. Ia menyebut proses meraih medali membutuhkan biaya latihan, perlengkapan, serta dukungan keluarga.

Sementara Pelatih asisten MMA, Wahyu juga menyampaikan keberatan. Ia mengaku memahami adanya penyesuaian anggaran di berbagai daerah, namun menurutnya penurunan di Kota Pasuruan terlalu besar.

“Kami paham ada efisiensi, tetapi jangan berlebihan. Daerah lain turun, namun tidak separah ini,” katanya.

Ditambahkan Wahyu kondisi itu bisa memengaruhi keputusan atlet untuk tetap membela daerah pada ajang berikutnya.

Kekecewaan turut disampaikan Anis, orang tua atlet peraih emas. Ia menyebut keluarganya menanggung kebutuhan latihan harian anaknya.

“Latihan sejak subuh, biaya makan dan transportasi kami tanggung sendiri. Harapannya ada apresiasi yang layak,” tutupnya. (emn/ian).

Artikel ini telah dibaca 33 kali

Baca Lainnya

Balita 2 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai Petung Pasuruan

11 Maret 2026 - 14:25

Guru SD di Jember Menang Honda Brio dari Program WeTV–Telkomsel, Kisahnya Bikin Haru

11 Maret 2026 - 14:04

Honda Ramadan Exhibition Meriahkan Jember, Tampilkan Honda PCX160 Warna Baru

11 Maret 2026 - 07:17

Ramadan Care 2026: MPM Honda Jatim Hadirkan Kebersamaan dan Semangat Berbagi di Bulan Suci

11 Maret 2026 - 07:12

HUT Damkarmat ke-107, Wabup Mojokerto Apresiasi Kinerja dan Komitmen Positif BPBD

11 Maret 2026 - 07:02

Jember Ada Jalur Beasiswa Khusus Anak Kader Posyandu, Bisa Kuliah di Berbagai Kampus

10 Maret 2026 - 23:38

Trending di KABAR NUSANTARA