Pasuruan (Kabarpas.com) – Meski Ramadan baru dapat beberapa hari. Namun, jasa penukaran uang baru di sejumlah jalan yang ada di Kota Pasuruan mulai menjamur, Kamis (09/06/2016).
Pantauan Kabarpas.com para jasa penukaran uang ini terlihat di beberapa jalan yang ada di kota setempat, diantaranya yaitu di Jalan Niaga, Balaikota, Hayam Wuruk, hingga jalan Panglima Sudirman.
Muhammad Tudrun (35), salah satu pria yang bekerja sebagai jasa penukaran uang baru ini mengaku, kalau di tempat dirinya menggelar jasa penukaran uang di jalan Hayam Wuruk tersebut, tak pernah sepi didatangi warga yang menukarkan uang.
“Setiap hari selalu ada saja yang menukarkan uang ke saya,” katanya kepada Kabarpas.com.
Pria asal Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan ini mengaku, untuk bayar jasa penukaran uang di tempatnya itu, ia hargai Rp 10 ribu setiap penukaran uang yang nilainya sejumlah Rp 100 ribu.
“Dengan adanya jasa penukaran uang seperti yang saya lakukan, dengan sejumlah kawan-kawan lainnya. Masyarakat tak perlu lagi mengantri di bank. Dan juga tak perlu ragu dengan uang yang akan ditukarkan ke saya, apakah asli atau palsu. Sebab kalau ada yang palsu atau jumlah uangnya kurang, maka jaminannya bisa di kembalikan,” terangnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa diantara uang kertas baru yang ia miliki, masayarakat lebih banyak menukarkan uang dengan pecahan Rp 2000 dan juga Rp 5000.
“Alhamdulillah, dalam sehari jumlah uang yang ditukar sampai dengan Rp 5 Juta. Dan kalau stok uang di tempat saya sudah habis. Biasanya saya langsung menukarkan ke Bank Indonesia (BI) di Surabaya,” pungkasnya. (ajo/gus).



















