Probolinggo (Kabarpas.com) – Acara penerimaan raport di SDN Tamansari, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, mendadak menjadi suasana panik. Sejumlah Wali Murid dan anaknya, serta guru Wali Kelas langsung keluar berhamburan. Ketika terdengar suara retakan keras dari atas platfon.
Beberapa saat kemudian, diketahui ternyata dua ruangan telah ambruk. Dua ruangan yang ambruk itu merupakan kantor guru dan satunya lagi adalah ruang kelas 6. Material bangunan runtuh dan berserakan.
Bahkan, sejumlah meja dan kursi siswa pun mengalami rusak parah, akibat tertimpa rangka galvalum dan genteng. Berutung dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Namun, ambruknya dua ruangan tersebut menimbulkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp 60 juta.
Informasi yang dihimpun Kabarpas.com di lokasi menyebutkan, ambruknya dua ruangan itu setelah rangka atap gedung tak kuat menahan beban genteng lantaran selama dua hari ini di wilayah setempat diguyur hujan deras.
“Semua gedung di sekolah kami sebenarnya masih layak pakai. Sebab baru dibangun pada tahun 2009 lalu. Bahkan, sebelum kejadian pun tidak ada tanda kerusakan pada rangka bangunan,” kata Asmad, Kepala SDN Tamansari kepada Kabarpas.com saat ditemui di lokasi. Sabtu, (19/12/2015).
Ia mengaku, kalau kejadian ini sudah dilaporkan kepada pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo. Dengan harapan agar gedung di sekolah yang dipimpinnya itu dapat segera dibangunkan kembali. “Dengan ambruknya dua ruangan tersebut, jadinya ruangan yang lain tidak cukup menampung 80 siswa dan 10 orang guru,” imbuhnya. (sam/gus).



















