Diberi Police Line, Produsen Pabrik Panci Berlogo Lafaz Allah Rugi Ratusan Juta

Pasuruan (Kabarpas.com) – ‎Lantaran dianggap melakukan penistaan agama. Pabrik produksi panci dengan stiker berlogo lafaz Allah akhirnya diberi Police Line atau garis polisi. Akibatnya, pabrik PT. Tektroindo Anugerah Sukses Abadi Sidoarjo tersebut, hingga kini masih berhenti beroperasi dan mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai ratusan juta.

“Sudah hampir satu bulan lebih, yaitu setelah diberi police line. Pabrik kami berhenti beroperasi sampai sekarang,” kata Owner PT. Tektoindo Anugerah Sukses Abadi Sidoarjo, Reski Agung Alim‎ kepada sejumlah wartawan. Jumat, (11/03/2016) sore.

Dijelaskan, dengan berhenti beroperasinya pabriknya tersebut, tentunya berimbas pada ratusan karyawannya yang saat ini menjadi pengangguran lantaran tak lagi bekerja. “Kalau sudah diberi garis polisi, otomatis produksi panci pun berhenti total,” imbuhnya.

‎Selain itu, Reski Agung Alim mengaku, kalau saat ini dirinya harus menanggung kerugian akibat tak beroperasinya pabrik miliknya tersebut. Namun, dirinya belum bisa menjelaskan secara pasti berapa total kerugianya.

“Untuk jumlah pastinya berapa belum tahu, yang jelas jumlahnya banyak. Dan kemungkinan ya mencapai ratusan juta,” terangnya kepada Kabarpas.com.

Ia menambahkan bahwa dirinya sudah mengajukan permohonan pembukaan police line kepada pihak Polres Pasuruan Kota‎, agar pabriknya itu bisa kembali beroperasi.

“Pengajuan permohonan pembukaan police line sudah saya lakukan. Tapi belum digubris oleh pihak Polres Pasuruan Kota. Karena dari kepolisian sendiri menganggap kalau kitalah yang salah,” ucapnya.

Sementara itu, kuasa Hukum PT. Tektroindo Anugerah Sukses Abadi Sidoarjo, Suryono Pane mengatakan, pemasangan police line di pabrik tersebut sama sekali tidak ada relevansinya dengan proses penyelidikan. Sebab menurutnya, pemasangan police line itu dilakukan sebulan setelah ribuan panci dan puluhan ribu stiker berlogo lafaz Allah itu diamankan pihak Polres Pasuruan Kota dari pabrik yang ada di Sidoarjo.

“Barang bukti itu diamankan pada tanggal 26 Januari lalu. Sementara police line baru dipasang pada tanggal 26 Februari. Untuk itu, kami meminta agar police line tersebut segera dibuka. Sebab sudah tidak ada hubungannya dengan penyelidikan,” jelasnya.

Seperti dikabarkan sebelumnya, produk panci Paramount dengan tempelan stiker logo yang belafadz “Alhamdu Allah” itu ditemukan di sejumlah wilayah, antara lain yaitu di Pasuruan dan Jember. Temuan lafadz Allah itu, spontan membuat sebagian umat Islam merasa kecewa. Bahkan, MUI Pasuruan dan sejumlah ormas Islam di Pasuruan sempat melaporkan polemik itu ke Polres Pasuruan Kota. (ajo/gus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *