Oleh: Abu Avzalea, Pasuruan
(Kabarpas.com) – PANGILAN sebagai tamu Allah ke tanah suci Makkah, nampaknya tidak hanya berlaku bagi orang yang mampu dalam urusan finansial saja. Namun, bagi mereka yang tergolong kurang mampu pun jika saatnya sudah dipanggil untuk melaksanakan rukun Islam yang kelima tersebut, pasti juga akan terlaksana. Hal ini seperti yang dilakukan oleh salah seorang tukang becak di Pasuruan.
Dia adalah Asmari, (60), warga Dusun Kasuruan, Desa Rejoso Utara, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Pria yang sehari-harinya mengayuh becak ini, pada bulan September nanti akan berangkat ke Tanah Suci Makkah bersama dengan Misani (51), istri tercintanya.
“Alhamdulillah, bulan depan (September.red) kami berangkat haji. Mohon doanya semoga perjalanan berangkat haji kami diberi keselamatan dan kelancaran. Serta pulang jadi haji yang mabrur,” kata Asmari kepada Kabarpas.com, saat ditemui di rumahnya, Rabu (24/08/2016).
Ia mengaku kalau selama ini dirinya hanya mengayuh becak di sekitar daerah rumahnya. Namun, karena sejak dulu ia sudah punya keinginan untuk naik haji. Sehingga ia pun tak pernah lupa untuk menyisihkan sebagian uang dari hasil mengayuh becak itu untuk ditabungkan ke bank.
“Dalam sehari kadang-kadang saya bisa mendapatkan penghasilan Rp 20 ribu atau juga lebih.Nah, uang dari hasil mengayuh becak itu kemudian saya tabungkan ke salah satu bank swasta di Kota Pasuruan,” terangnya kepada Kabarpas.com.
Meski demikian ia juga mengaku kalau penghasilannya itu kadang tak tentu. Namun, dirinya tetap berusaha menyisihkannya untuk ditabung. Kini, setelah 20 tahun bekerja keras dan menabung secara istiqomah. Sehingga mimpinya untuk berangkat haji menjadi kenyataan.
“Semua kalau sudah didasari dengan niat yang tulus dan ikhlas, pasti ada jalannya dan akan membuahkan hasil yang sempurna,” pungkasnya. (***/tin).

















