Trenggalek, kabarpas.com – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin pasang target nol kemiskinan ekstrem dan penurunan angka stunting pada tahun 2024. Hal ini disampaikan saat memberangkatkan pilar-pilar kesejahteraan sosial di Pendhapa Manggala Praja Nugraha.
Mas Ipin sapaan dia mengatakan, pilar-pilar kesejahteraan yang dimaksud meliputi pendamping pkh hingga Taruna Siaga Bencana (TAGANA) diberangkatkan menuju Kabupaten Madiun untuk mendapat pengarahan dari Gubernur Jawa Timur.
“Terpenting teman-teman itu sehat, kompak semua dan fokus. Pada Tahun 2024 kita punya target nol persen kemiskinan ekstrem dan penurunan angka stunting, “ucapnya.
Mas Ipin menjelaskan, Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek telah menerima insentif fiskal dari Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) atas kinerja penghapusan kemiskinan ekstrem ditahun berjalan 2023.
Pemerintah Pusat menilai Pemkab memiliki kinerja yang cukup progresif dalam penurunan kemiskinan ekstrem. Tak terkecuali peran pendampingan pkh dalam penghapusan kemiskinan ekstrem.
“Mereka punya KPM, dimana tidak hanya menjadi pemerima, namun bisa graduasi secara mandiri. Kalau sudah graduasi mereka harus punya kemandirian dalam hal ekonomi. Sehingga, bisa lepas dari kemiskinan, “imbuhnya.
Tak hanya itu, masih lanjut dia, pendampingan program juga kepada keluarga prioritas sasaran serta tagana maupun TKSK turut pula dalam survei data kemiskinan ekstrem.
“Jadi darib10 ribu data miskin ekatrem kan yang menjadi prioritas sasaran hanya 8 ribu. Nanti yang 8 ribu akan kita inventarisir, “tutupnya (ADV/Sumber Prokopim Kabupaten Trenggalek).

















