Trenggalek, kabarpas.com – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menyebut jika pemberian tambahan makanan melalui Dapur Cinta (Dapur Cegah dan Atasi Stunting) sangat efektif dalam rangka menekan angka stunting. Demikian disampaikan saat menghadiri kegiatan Makaryo Ning Desa Hebat (Mening Deh), di Desa Suren Lor, Kecamatan Bendungan.
Dalam kegiatan Mening Deh ini, orang nomer satu di Kabupaten Trenggalek meninjau langsung Dapur Cinta di Desa Suren Lor.
Mas Ipin sapaan dia menjelaskan, Dapur Cinta tidak hanya sekedar menyasar upaya menekan angka stunting saja, pihaknya akan memperluas cakupannya dengan menyasar ibu hamil dengan resiko tinggi dan juga lansia.
“Program sudah dilaunching. Kita ingin program ini bisa berjalan dengan baik, “ucapnya.
Mas Ipin menuturkan, jika Dapur Cinta sudah ada di setiap desa, siapa yang melaksanakan dan sasarannya setiap hari siapa yang mengantarkan dan berapa kali.
Oleh karena itu, kita punya komitmen kepada ibu hamil, khususnya ibu hami yang kurang energi kronis. Kemudian bayi dibawah 2 tahun yang masuk kategori stunting. “Jadi inventarisir gizinya harus kita laksanakan, “tukasnya.
Ditambahkan dia, dari Dinas Perikanan dan Kelautan juga memberi paket makanan untuk mendukung gerakan gemar ikan. “Ini bisa menjadi tambahan gizi. Tadi saya juga tanya yang lansia sudah apa belum. Jawabannya belum karena masih menunggu anggaran. Saya katakan jangan sampai menunggu anggaran. Ini kegiatan sosial, jadi semua harus bergotong royong dibeberapa tempat. Tak terkcuali lansia sudah tersuplai makanan yang baik, “tandasnya.
Dia berharap, dengan adanya posyandu bisa disosialisasikan kepada masyarakat agar bisa greget. Karena, kita ingin mengatasi kemiskinan ekstrem 0 persen. Selanjutnya prevelensi stunting turun dibawah 14 persen sesuai target nasional. “Jika di sini jumlahnya sudah 11 persen, bahkan beberapa desa sudah ada yang mencapai 6 persen. Saya sudah keliling dan rata-rata dibawah 14 persen. Kita berharap angka komulatifnya tetap dibawah 14 persen, “pintanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Kabupaten Trenggalek, Cusi Kurniawati menjelaskan, dalam kegiatan Gemar Ikan (Gerakan Masyarakat Memakan Ikan) kita telah membagikan 40 paket untuk 40 Balita Stunting di Desa Suren Lor, Semurup dan Masaran, Kecamatan Bendungan.
“Masing-masing paket berisi ikan lele 2 kg, ikan asap 3 sapit, abon ikan 3 botol, bakso ikan 3 pack, nuget ikan 3 pack dan kerupuk kalsium 4 pouch. Ini merupakan upaya kita bersama untuk menurukan angka stunting di kantong-kantong stunting melalui data Puskesmas setempat, “tutupnya (ADV/ Sumber : Prokopim Kabupaten Trenggalek).

















