Buaya Sepanjang 2 Meter di Carat Gempol Jadi Tontonan Warga

Pasuruan (Kabarpas.com) – Kabar ditangkapnya seekor buaya sepanjang 2 meter, di areal persawahan yang ada di Desa Carat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, dengan cepat menyebar dari mulut ke mulut. Hal itu membuat warga dari desa lain pun datang berbondong-bondong untuk melihat lebih dekat satwa langka tersebut.

Menurut Sateni, salah satu warga mengatakan, kemunculan seekor buaya yang mendekati kawasan pemukiman warga tersebut baru terjadi pertama kali ini. Ia menduga, buaya tersebut berasal dari aliran Sungai Brantas yang terhubung dengan aliran Kali Sadar.

“Buaya ini kemungkinan berasal dari Sungai Brantas dan terpisah dengan kelompoknya. Sebab beberapa bulan lalu, ada sekumpulan buaya yang muncul dari aliran sungai tersebut,” ujarnya kepada Kabarpas.com saat ditemui di lokasi, Jumat (20/05/2016).

Selain itu, ia menambahkan, kalau saat ini buaya tersebut menjadi tontonan warga sekitar. Namun, dia berharap kepada warga yang datang untuk melihat buaya itu agar mau memberikan uang seikhlasnya. “Hewan ini sudah kami jinakkan. Jadi warga yang ingin melihatnya supaya tidak perlu takut,” terangnya kepada Kabarpas.com.

Seorang warga asal Probolinggo, Saiful mengaku sengaja datang untuk melihat dari dekat penangkapan buaya tersebut. Karena selama ini, ia hanya bisa melihat bentuk asli buaya itu dari layar televisi.

“Penasaran aja datang ke sini, karena pingin tahu seperti apa sich bentuk asli buaya itu,” ucapnya kepada Kabarpas.com.

Sementara itu, pantauan Kabarpas.com di lokasi, ratusan warga berbondong-bondong mendatangi lokasi diamankannya buaya tersebut. Kedatangan para warga ini tak lain ialah untuk sekedar memotret lebih dekat binatang buas yang bisa memangsa siapa saja.

Seperti dikabarkan sebelumnya, warga Desa Carat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Jumat (20/05/2016) pagi, dihebohkan dengan adanya buaya sepanjang 2 meter, yang tiba-tiba muncul di areal persawahan desa setempat. (ajo/gus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *