Pasuruan (Kabarpas.com) – Sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) Islam di Kota Pasuruan, melaporkan ke polisi dengan beredarnya sebuah panci alumunium merk ‘Paramount’ yang terdapat tempelan stiker lafadz tulisan arab ‘Alhamdu Allah’ di bagian logo panci tersebut. Sabtu, (23/01/2016).
Pantauan Kabarpas.com, sekitar pukul 11.00 wib perwakilan penggurus dari sejumlah Ormas Islam yang terdiri dari Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Front Pembela Islam (FPI) Kota Pasuruan tersebut, mendatangi kantor Mapolres Pasuruan Kota dengan didampingi oleh penggurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) kota setempat.

“Kedatangan kami ke sini (Mapolres.red) ialah untuk melaporkan adanya peredaran panci aluminium merk ‘Paramount’ yang ada stiker logo panci dengan lafadz tulisan arab ‘Alhamdu Allah’. Bagi kami ini adalah penistaan agama. Karena tidak benar kalau tulisan lafadz Allah ditaruh di merk panci. Sebab panci oleh masyarakat digunakan untuk alat masak,” ujar Abdullah Al-Haddad, salah satu perwakilan dari pengurus FPI.
Dijelaskannya, kalau Panci yang terdapat tempelan stiker logo merek panci dan lafadz Allah itu sudah beredar, di sejumlah toko-toko perabotan rumah tangga yang ada di Kota Pasuruan.
“Kami mendapat laporan, kalau Panci ini mereka temukan di sejumlah toko-toko perabotan rumah tangga di Kota Pasuruan dan sekitarnya. Untuk itu dengan adanya laporan ini kami meminta kepada pihak kepolisian, agar dapat segera menindak dan menarik barang-barang tersebut di pasaran,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris MUI Kota Pasuruan, Bashori Alwi yang turut serta mendampingi tiga Ormas Islam tersebut mengatakan, kalau laporan terkait panci yang ada tempelan lafadz Allah itu sudah diterima pihak kepolisian setempat.
“Alhamdulillah, laporan kami direspon oleh pihak kepolisian. Kami menyerahkan sepenuhnya soal proses hukumnya ke polisi dan kami berharap agar kasus ini secepatnya diproses, sehingga tidak berlarut larut. Sebab kalau ini dibiarkan akan berdampak negatif di masyarakat. Karena dengan menempelkan lafadz itu berarti sudah menjurus ke penghinaan terhadap umat Islam,” pungkas pria yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kadispendik Kota Pasuruan tersebut. (ajo/abu).



















