Pasuruan (Kabarpas.com) – Ambruknya atap tiga ruangan kelas IX SMP Negeri 11 Kota Pasuruan, yang berada di lantai dua diduga lantaran tidak kuat menahan beban setelah seharian di wilayah setempat diguyur hujan deras. Ironisnya, bangunan dengan konstruksi rangka atap dari galvalum tersebut baru saja selesai dibangun pada 2015 lalu.
“Mungkin karena tidak kuat menahan beban, sehingga atap bangunan tersebut ambrol. Sebab malamnya diguyur hujan deras,” kata Isnardi, Kepala SMP Negeri 11 Kota Pasuruan kepada Kabarpas.com. Selasa, (29/03/2016).
Isnardi mengaku, kalau dirinyatidak menyangka jika bangunan baru tersebut akan rusak lebih cepat dari usia konstruksinya. Sebab kata dia, bangunan yang selesai dibangun pada 2015 lalu itu dianggarkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 227 juta.
“Bangunan tersebut dikerjakan pada akhir 2014 silam. Lalu kemudian selesai dibangun pada awal 2015. Rangka atap menggunakan konstruksi galvalum,” terangnya kepada Kabarpas.com.
Seperti dikabarkan sebelumnya, atap bangunan tiga ruang kelas IX SMP Negeri 11 Kota Pasuruan ambruk. Meski demikian, tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, lantaran peristiwa ini terjadi sebelum para siswa masuk jam pelajaran sekolah.
Informasi yang diperoleh Kabarpas.com menyebutkan, peristiwa ambruknya bangunan sekolah yang beralamat di Jalan Halmahera, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan tersebut terjadi pada Senin (28/03/2016) pagi atau sekitar pukul 06.00 WIB. (ajo/gus).

















