Pasuruan (Kabarpas.com) – Sepanjang jalur Pantura Pasuruan – Probolinggo, tepatnya di jalan raya Rejoso mengalami lumpuh total, akibat dipenuhi ribuan orang yang sedang mengepung kawanan begal.
Pantaun Kabarpas.com di lokasi, sejumlah kendaraan roda empat yang kebetulan melintas di jalur tersebut, terpaksa harus bersabar lantaran terjebak kemacetan. Pasalnya, di tengah-tengah jalan raya yang akan mereka lewati itu, dipenuhi dengan lautan manusia yang sedang mengepung sebuah rumah di pinggir jalan raya setempat, yang digunakan polisi sebagai tempat diamankannya pelaku begal.
Dengan membawa pentungan, warga dari sejumlah desa di wilayah Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan itu, mencoba meringsek masuk ke dalam rumah tersebut, dan meminta petugas kepolisian untuk segera mengeluarkan pelaku.
“Ayo pak polisi bawa keluar pelakunya sekarang. Kalau tidak kami bisa berbuat anarkis di sini,” teriak salah satu warga yang saat itu turut mengepung rumah tersebut, Minggu (17/04/2016) malam.
Sejumlah petugas kepolisian berpakaian preman dengan senjata lengkap berupaya untuk meredam amuk massa. Namun, beberapa orang warga nekat masuk ke dalam rumah dan kemudian menyeret seorang pelaku keluar.
“Bajiangan koen (kamu.red) iki, maringene mati koen,” ucap seorang warga berbadan kekar yang saat itu menyeret pelaku keluar dari rumah tersebut.
Tak pelak, warga lainnya yang sudah berada di depan halaman rumah itu langsung melampiaskan amarahnya dengan menghajar dan memukul pelaku yang belum diketahui identitasnya itu secara beramai-ramai.
Polisi pun kemudian mengeluarkan tembakan peringatan untuk menghentikan amuk massa tersebut. Namun, massa justru tambah beringas menghajar pelaku hingga teler.
Petugas kepolisian pun kemudian langsung bertindak sigap, dengan membawa pelaku keluar dari halaman rumah warga tersebut. Meski begitu, ternyata hal itu tak membuat warga berhenti untuk menghakimi pelaku yang sudah dalam keadaan teler. Sejumlah warga terlihat memberikan bogem mentah ke wajah pelaku, yang saat itu sedang dibawa petugas menuju ke jalan raya.
Seperti dikabarkan sebelumnya, dua pelaku perampas motor atau begal tewas dimassa. Itu setelah kedua pelaku bersama dengan komplotannya tersebut, kepergok merampas sepeda motor milik Mukhlison, warga Desa Gunting, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.
Informasi yang diperoleh Kabarpas.com menyebutkan, kejadian ini berawal saat korban bersama dengan seorang temannya bernama Tohir (45), warga Desa Manikrejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan itu, baru saja pulang dari rumah temannya di wilayah Rejoso Lor, kecamatan/kabupaten setempat.
Namun, pada saat perjalanan pulang yaitu ketika melintas di Jalur Pantura Pasuruan, tepatnya di jalan raya Desa Kawisrejo, Kabupaten Pasuruan. Kedua korban langsung dihadang oleh para pelaku yang berjumlah enam orang.
Mendapati hal tersebut, Mukhlison yang saat itu berboncongan dengan Tohir mengendari motornya Yamaha Vixion dengan nopol N 3905 UN, langsung menghentikan motornya dan kemudian mengunci stir motornya tersebut. Lalu setelah itu menjatuhkannya.
Nah, ketika itulah Mukhlison langsung disabet senjata tajam (sajam) oleh para pelaku. Namun, ia sempat menghindar. Sementara korban Thohir berusaha melawan pelaku. Tapi apes ia akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian, setelah lehernya disabet dengan clurit oleh pelaku. (ajo/gus).



















