Trenggalek, kabarpas.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek menggelar Musyawarah dan Perencanaan Perempuan dan Kelompok Rentan (Musrenakeren) tahun 2024 di Pantai Prigi 360 Watulimo.
Musrenakeren ini merupakan inisiasi dari Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin yang ingin melibatkan dan meningkatkan partisipasi perempuan dan kelompok rentan dalam penyusunan APBD. Sehingga, jalannya anggaran daerah bisa lebih inklusif.
Pada acara Musrenakeren kali ini, Mas Ipin sapaan dia menyebut lebih dewasa dan lebih siap. “Musrenakeren ini merupakan agenda rutin perencanaan dan merupakan siklus perencanaan dimana inklusifitas berjalan, “ucapnya.
Mas Ipin mengatakan, disebut lebih siap dan dewasa karena usulnya lebih baik dan fokus pada masalah ekonomi. Saya senang.
Selain itu ada usulan dari perempuan tentang bagaimana program sepeda keren dijalankan. Tak terkecuali pelatihan perempuan juga dijalankan terus. “Ada juga usulan dari forum anak yang cukup baik. Sekali lagi saya cukup senang, “imbuhnya.
Orang nomer satu di Kabupaten Trenggalek ini juga menyampaikan jika sekarang berada di masa akhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2026. Sehingga perlu ada perencanaan jangka panjang 20 tahun hingga 2045.
“Saya berharap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sudah 8 tahun bersama lebih pada aksi-aksi nyata. Sudah banyak perencanaan yang bagus. Kita tinggal berbasis hasil dan kepuasan, “tukasnya.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi menegaskan, Musrenakeren merupakan kebutuhan kita dengan melibatkan perempuan, anak dan disabilitas dalam menyusun perencanaan.
“Tentu kita sangat berharap agar kepastian apa yang menjadi usulan para perempuan dan kelompok rentan bisa terakomodir dalam APBD. Insya Alloh dalam perencanaan Musrebang yang dikonversi menjadi Musrenakeren pasti mendapat prioritas dalam perencanaan, “jelas Kang Doding sapaan dia (ADV/Sumber : Proplkopim Kabupaten Trenggalek).

















