Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Probolinggo · 18 Sep 2023

Dewan Pimpinan MUI 24 Kecamatan di Probolinggo Dilantik 


Dewan Pimpinan MUI 24 Kecamatan di Probolinggo Dilantik  Perbesar

Probolinggo, Kabarpas.com – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) 24 Kecamatan se-Kabupaten Probolinggo masa khidmat 2022-2027 dilantik dan dikukuhkan secara bersamaan oleh Wakil Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo KH Abdul Wasik Hannan di ruang pertemuan Tengger Kantor Bupati Probolinggo, Senin (18/9/2023).

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Drs HA Timbul Prihanjoko, Forkopimda, Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur KH Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Samsur, Dewan Pimpinan dan Pengurus MUI Kabupaten Probolinggo serta Camat se-Kabupaten Probolinggo.

Pelantikan dan pengukuhan yang mengambil tema “Mengoptimalkan Khidmat Dalam Rangka Meningkatkan Kemaslahatan Umat” ini diawali dengan pembacaan ikrar pengurus Dewan Pimpinan MUI kecamatan secara bersama-sama. Dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan dan pengukuhan Dewan Pimpinan MUI kecamatan dan penyematan PIN pengurus Dewan Pimpinan MUI Kecamatan secara simbolis.

Dalam kesempatan tersebut diserahkan piagam penghargaan oleh Wakil Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo KH Abdul Wasik Hannan kepada Bupati Probolinggo Drs HA Timbul Prihanjoko atas partisipasi dan dukungannya terhadap kegiatan MUI Kabupaten Probolinggo.

Bupati Probolinggo Drs HA Timbul Prihanjoko mengatakan MUI merupakan suatu Lembaga yang mewadahi para ulama yang mempunyai peran penting dan strategis daam pembinaan ummat.

“MUI memiliki peranan dan fungsi yang sangat besar dalam pembangunan dan memperkokoh sendi-sendi etika, moral spiritual kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus sebagai pencerah, pencerdas dan pembimbing umat dengan ajaran dan nilai-nilai Islam,” katanya.

Menurut Bupati Timbul, MUI tingkat kecamatan merupakan kepanjangan tangan dari MUI Kabupaten Probolinggo yang bertujuan untuk meneruskan setiap program MUI dan kesatuan umat serta banyak memberikan kontribusi terhadap program pembangunan, terutama pembangunan akhlak umat.

“MUI diharapkan dapat bersama-sama bersinergi dengan Pemerintah Daerah beserta seluruh elemen masyarakat untuk mengatasi permasalahan yang timbul di tengah masyarakat. MUI juga dituntut untuk dapat menjembatani kepentingan antara pemerintah dan masyarakat serta melengkapi setiap peran dan fungsi pemerintah dalam pembangunan di bidang keagamaan,” terangnya.

Sementara Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah menyampaikan ucapan selamat kepada semua Dewan Pimpinan MUI kecamatan se-Kabupaten Probolinggo yang baru saja dilantik dan dikukuhkan.

“Seiring dengan dilantik dan dikukuhkannya semua pengurus MUI kecamatan saya ingin menyampaikan apa yang menjadi kelebihan dari MUI. Yang paling luar biasa, MUI adalah tempat berhimpunnya ulama dan tokoh ormas Islam di tengah-tengah masyarakat untuk berkhidmat demi bangsa dan negara,” ungkapnya.

Dengan kelebihan ini jelas Kiai Mutawakkil, MUI harus menjadikan bergerak maju di dalam memberikan kontribusinya untuk ummat. MUI kecamatan harus responsif dan solutif dalam setiap permasalahan keummatandan kemasyarakatan di tingkat Kabupaten Probolinggo, kecamatan sampai desa.

“Berilah pemerintah itu masukan bukan cercaan dan berikan umat itu nasehat bukan kontroversi. MUI harus lebih menguatkan peran MUI diantaranya MUI mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan melalui instrument keagamaan, MUI harus memediasi pemerintah dengan masyarakat melalui pelayanan keummatan serta MUI menjadi rujukan hukum pemerintah dan masyarakat melalui keputusan agama. Perlu sinergi yang baik kalau ingin membangun Kabupaten Probolinggo ke depan,” tegasnya.

Sedangkan Wakil Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo KH Abdul Wasik Hannan menyampaikan tugas MUI ke depan sangatlah berat. Meskipun di satu sisi ada kecanggihan teknologi yang bisa diambil dari segi positifnya, tetapi di sisi lain tidak sedikit pula negatifnya.

“Terkadang hal-hal tersebut bisa menjerumuskan generasi muda kita kepada hal-hal yang dilarang oleh agama. Belum lagi dengan minuman keras, pergaulan bebas dan lain sebagainya. Ini merupakan tugas kita bagaimana bisa menyelamatkan generasi muda agar tidak terpengaruh dengan kecanggihan teknologi. Sebab disisi positif juga ada sisi negatifnya,” ujarnya.

Kiai Wasik mengajak MUI di Kabupaten Probolinggo, terutama kepada yang baru saja dilantik bagaimana sekiranya amanah yang diterima ini dijalankan sesuai dengan kemampuan. “Semoga kita diberi kekuatan lahir dan batin dalam menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (len/gus).

Artikel ini telah dibaca 53 kali

Baca Lainnya

MPM Honda Jatim Perkuat Kesiapsiagaan Karyawan Lewat Pelatihan Penanggulangan Kebakaran di MPM Sedati

28 April 2026 - 15:05

Waspada Microsleep di Jalan, Pengendara Harian Perlu Jaga Fokus dan Kondisi Tubuh

28 April 2026 - 15:02

Serap Aspirasi Masyarakat, Dini Rahmadina Datangi Pasar Sukapura

28 April 2026 - 14:58

Jember Buka Klinik Khusus CPMI, Biaya MCU Dipangkas untuk Tekan Jalur Ilegal

28 April 2026 - 01:08

Pemkab Jember Ubah Skema Beasiswa: Sekali Dapat, Dijamin hingga Lulus

28 April 2026 - 01:06

223 PNS Baru Jember Disumpah, Bupati Dorong ASN Terlibat Langsung Atasi Kemiskinan

27 April 2026 - 17:16

Trending di KABAR NUSANTARA