Surabaya, Kabarpas.com – Aktivitas masyarakat yang semakin padat, terutama saat berangkat dan pulang kerja, kerap membuat pengendara sepeda motor mengalami kelelahan. Kondisi ini dapat menurunkan konsentrasi saat berkendara dan berpotensi memicu bahaya microsleep atau tidur sesaat tanpa disadari di jalan.
Instruktur Safety Riding MPM Honda Jatim, Hari Setiawan, menjelaskan bahwa microsleep bisa terjadi akibat kombinasi faktor seperti kelelahan, kurang istirahat, hingga kondisi jalan yang monoton. “Microsleep sering terjadi tanpa disadari, bahkan hanya dalam hitungan detik. Namun dampaknya bisa sangat berbahaya, terutama saat berkendara di jalan raya,” ujarnya.
Tips Cegah Microsleep Saat Berkendara Sehari-hari:
Hindari lelah sebelum berkendara
Pastikan tubuh dalam kondisi prima sebelum berkendara. Usahakan tidur yang cukup dan hindari aktivitas berat sebelum perjalanan.
Atasi rasa bosan di jalan
Kondisi lalu lintas yang macet atau perjalanan yang monoton bisa memicu rasa bosan. Menggumamkan lagu atau tetap aktif secara mental dapat membantu menjaga fokus.
“Namun tidak disarankan menggunakan headset saat berkendara, karena dapat mengurangi kewaspadaan terhadap kondisi sekitar,” tambah Hari.
Perbanyak minum air putih
Dehidrasi dapat mempercepat rasa lelah dan kantuk. Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik, terutama saat beraktivitas seharian.
Lakukan peregangan otot
Jika merasa pegal atau kaku, lakukan peregangan ringan agar tubuh tetap rileks dan responsif saat berkendara.
Istirahat teratur
Jika mulai merasa mengantuk, segera menepi dan beristirahat di tempat aman. Disarankan berhenti setiap 2 jam perjalanan untuk memulihkan kondisi tubuh.
Selain itu, pengendara juga disarankan menggunakan perlengkapan berkendara yang nyaman dan sesuai kebutuhan.
“Gunakan jaket yang nyaman, helm dengan ventilasi baik, sarung tangan, serta sepatu yang mendukung aktivitas berkendara. Perlengkapan yang tepat membantu menjaga kenyamanan dan konsentrasi agar tetap #Cari_Aman di jalan,” jelasnya.
“Rutinitas harian yang padat sering kali membuat pengendara mengabaikan kondisi tubuh saat berkendara. Melalui kampanye #Cari_Aman, kami ingin mengingatkan bahwa kesiapan fisik dan fokus saat di jalan sama pentingnya dengan keterampilan berkendara itu sendiri. Dengan lebih peduli pada kondisi diri, risiko kecelakaan bisa ditekan,” ujar Suhari, Marketing Communication & Development Division Head MPM Honda Jatim.
MPM Honda Jatim terus berkomitmen menghadirkan edukasi keselamatan berkendara melalui berbagai program safety riding dan kampanye #Cari_Aman guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan di jalan raya. (dit/ian).

















