Jember, Kabarpas.com – Pemkab Jember mengubah skema program beasiswa bagi mahasiswa dengan menekankan aspek keberlanjutan. Dalam pernyataan terbarunya pada agenda Pro Gus’e Update di RSD Balung, Senin (27/4/2026), Bupati Muhammad Fawait menyebut kebijakan ini sebagai upaya menjaga stabilitas akses pendidikan tinggi bagi warga.
Fawait mengatakan, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp75 miliar untuk program tersebut. Salah satu perubahan utama terletak pada mekanisme penerimaan: mahasiswa yang sudah terdaftar sebagai penerima beasiswa tidak lagi diwajibkan mengikuti seleksi ulang setiap tahun.
“Di era Jember Baru Jember Maju, sekali mendapatkan beasiswa, maka dia akan terus mendapatkan beasiswa sampai lulus,” tandasnya.
Namun, keberlanjutan bantuan tetap disertai syarat. Mahasiswa penerima diminta menjaga komitmen akademik, termasuk capaian indeks prestasi kumulatif (IPK), sebagai indikator kelayakan untuk tetap menerima bantuan.
Dari sisi realisasi, Pemkab Jember mencatat sebanyak 6.024 mahasiswa telah siap menerima pencairan dana dalam pekan ini. Jumlah tersebut merupakan bagian dari total 7.037 mahasiswa yang terdata, dengan sisanya masih dalam proses melengkapi administrasi.
Pemerintah daerah memberikan tenggat tambahan bagi mahasiswa yang belum memenuhi persyaratan, yakni pada 1 hingga 8 Mei 2026 melalui Dinas Pendidikan.
Selain bantuan uang kuliah tunggal (UKT) yang dijadwalkan cair pada akhir April, Pemkab Jember juga menyiapkan komponen bantuan biaya hidup (living cost). Bantuan ini direncanakan disalurkan pada akhir Mei 2026 untuk kebutuhan enam bulan ke depan.
Di sisi lain, pemerintah daerah belum membuka pendaftaran beasiswa untuk angkatan 2026. Fawait menyebut, keputusan tersebut diambil untuk menunggu rampungnya proses seleksi masuk perguruan tinggi di berbagai jalur.
Menurutnya, penundaan ini dimaksudkan agar mahasiswa baru memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses program beasiswa setelah status penerimaan mereka di kampus sudah jelas.
“Pendaftaran akan dibuka setelah seluruh rangkaian penerimaan mahasiswa baru selesai, supaya semua punya peluang yang sama,” kata dia.
Pemkab Jember berharap, melalui skema ini, hambatan biaya tidak lagi menjadi alasan utama mahasiswa menghentikan pendidikan. Dalam jangka panjang, program ini juga diarahkan untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah. (dan/ian).

















