Pasuruan (Kabarpas.com) – Guna mengantisipasi krisis air bersih pada saat musim kemarau tiba. Sebuah embung seluas 3 hektar lebih, telah dibangun di Desa Kalisat, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan.
Embung Kalisat yang sudah selesai beberapa minggu kemarin itu, pada Minggu (18/09/2016) pagi diresmikan oleh Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf yang didampingi Wakil Bupati Pasuruan (Wabup), Riang Kulup Prayudha.
Meski baru diresmikan Bupati Irsyad pada hari ini. Namun, pasca selesai dibangun beberapa minggu yang lalu. Embung ini sudah dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk sektor pertanian. Pemanfaatan embung itu dilakukan agar produktifitas pertanian di kawasan tersebut meningka,t lantaran sulitnya mendapatkan air di musim kemarau saat ini.
“Pengerjaan proyek embung ini dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Brantas, Dirjen Sumber Daya Air serta Kementrian Pekerjaan Umum-Perumahan Rakyat. Sementara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan hanya menyediahkan tanahnya saja,” kata Kepala Dinas Pertambangan dan Pengairan Kabupaten Pasuruan, Hanung Widya Sasangka kepada Kabarpas.com saat ditemui di lokasi.
Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan embung tersebut bertujuan, selain mencegah dampak banjir yang seringkali melanda Pasuruan, juga untuk mengantisipasi krisis air bersih pada saat musim kemarau tiba.
“Pembangunanan embung Kalisat sendiri dibangun di Daerah Aliran Sungai (DAS). Embung ini untuk penanganan banjir saat musim penghujan. Serta di musim kemarau bermanfaat untuk kebutuhan warga,” terangnya kepada Kabarpas.com.
Sementara itu, untuk diketahui bahwa selama kurun waktu 2014-2016, terdapt empat embung yang dibangun di empat kecamatan. Yakni, di kecamatan Rembang, Pasrepan, Nguling dan Lumbang.
Sebagian sudah hampir selesai dan pada tahun depan bisa berfungsi secara keseluruhan. Keempat embung itu masing-masing berada di Desa Kalisat, Kecamatan Rembang, Desa Sibon, Kecamatan Pasrepan, Desa Welulang, Kecamatan Lumbang. Serta di Desa Sanganom, Kecamatan Nguling. (ajo/sym).

















