KABARPAS.COM – KETEKUNAN dan niat yang kuat mampu menembus batas kemustahilan. Hal inilah yang dibuktikan oleh Mislicha, seorang nenek berusia 85 tahun asal Kota Pasuruan. Meski sehari-harinya hanya mengandalkan penghasilan dari berjualan cilok keliling, ia akhirnya berhasil mewujudkan impiannya untuk berangkat ke Tanah Suci pada musim haji tahun 2026 ini. Berikut kisahnya!
Oleh: Emen Sugeng Hariyono, Wartawan Kabarpas.com Biro Pasuruan
WARGA Jalan Pattimura, Kelurahan Bugul Kidul, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan ini tercatat sebagai calon jemaah haji tertua dari daerahnya. Berdasarkan data dari Kantor Kementerian Agama Kota Pasuruan, Mislicha akan berangkat bersama putri tercintanya, Mariatul Qibtiyah, yang tergabung dalam Kloter 10 Embarkasi Surabaya.
Impian untuk menunaikan rukun Islam kelima ini telah dipendam Mislicha sejak masa mudanya. Selama 50 tahun berjualan cilok, ia dengan sabar menyisihkan sebagian kecil penghasilannya setiap hari ke dalam tabungan. Tak hanya menabung secara mandiri, ia juga aktif mengikuti arisan kecil-kecilan demi mengumpulkan biaya pelunasan haji.
”Seluruhnya ini berasal dari jerih payah berjualan cilok dan dibantu bersama sang anak yang juga ikut berjualan cilok keliling,” ujar Mislicha dengan wajah sumringah, Jumat (17/04/2026).
Meskipun usianya sudah senja, semangat Mislicha tidak pernah luntur. Setiap hari, ia masih kuat mendorong gerobak kecilnya menyusuri jalanan Kota Pasuruan. Hidup sederhana adalah kuncinya, apalagi sejak ditinggal sang suami 15 tahun silam, ia harus berjuang sendiri membesarkan delapan orang anaknya hingga kini memiliki 22 cucu.
Mislicha dijadwalkan akan bertolak menuju tanah suci pada Kamis, 23 April 2026 mendatang. Menjelang keberangkatannya, nenek yang dikenal ramah ini berencana menggelar syukuran sederhana di kediamannya.
”Saya berencana menggelar syukuran sederhana dan memohon doa restu dari para tetangga serta saudara agar perjalanan ibadah nanti lancar dan mabrur,” tutupnya.
Kisah Mislicha menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa dengan kerja keras, syukur, dan doa, niat suci akan selalu menemukan jalan menuju pelaksanaannya. (***)

















