Nganjuk, Kabarpas.com – Pagi itu suasana di halaman SLB Dharma Bakti Patianrowo terasa berbeda. Bukan sekadar seremoni penyerahan bantuan, tetapi menjadi momen penuh harapan bagi para penyandang disabilitas yang selama ini menanti perhatian dan uluran tangan negara.
Di bawah langit pagi yang cerah, kursi roda, alat bantu dengar, hingga kaki palsu tersusun rapi menunggu untuk diserahkan. Bagi sebagian orang mungkin itu hanya sekadar alat. Namun bagi para penerima manfaat, benda-benda tersebut adalah simbol harapan—jalan menuju kehidupan yang lebih mandiri.
Senyum haru dan rasa syukur tampak jelas dari wajah para penerima manfaat ketika bantuan sosial dari pemerintah pusat akhirnya sampai di tangan mereka yang membutuhkan.
Melalui Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) tahun 2026, pemerintah menyalurkan berbagai bentuk bantuan bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Nganjuk. Bantuan tersebut meliputi alat bantu mobilitas, dukungan pemenuhan hidup layak, hingga bantuan kewirausahaan.
Total nilai bantuan yang disalurkan dalam program tersebut mencapai lebih dari Rp300 juta.
Bantuan berasal dari Sentra Terpadu Kartini Temanggung dan diserahkan secara langsung oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, yang akrab disapa Kang Marhaen.
Dalam kegiatan tersebut, Kang Marhaen didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk Yuni Marhaen, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Nganjuk, serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Nganjuk.
Sebanyak 16 penerima manfaat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Nganjuk menerima bantuan yang beragam, mulai dari kursi roda, kaki palsu, hingga alat bantu dengar.
Bagi keluarga penerima, bantuan tersebut bukan sekadar alat. Lebih dari itu, bantuan menjadi jembatan menuju kehidupan yang lebih mandiri dan penuh harapan.
Camat Patianrowo Tri Hatmanto, yang akrab disapa Tito, menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah terhadap warganya, khususnya bagi penyandang disabilitas yang membutuhkan dukungan.
Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bukti nyata bahwa negara hadir untuk memastikan setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk hidup lebih baik.
“Bagi kami di Patianrowo, ini bukan hanya acara penyerahan bantuan. Ini adalah momentum yang memberi harapan bagi anak-anak difabel dan keluarga mereka. Kami melihat langsung bagaimana senyum dan rasa haru muncul ketika mereka menerima alat bantu yang selama ini sangat mereka butuhkan,” ujar Tito.
Ia menegaskan bahwa dukungan seperti ini sangat penting, terutama bagi anak-anak penyandang disabilitas yang sedang menempuh pendidikan.
“Kursi roda, alat bantu dengar, atau kaki palsu mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi mereka ini adalah pintu untuk bergerak, belajar, dan berkomunikasi dengan lebih baik. Alat-alat ini membuka jalan bagi mereka untuk mengejar cita-cita seperti anak-anak lainnya,” katanya.
Tito juga berharap perhatian pemerintah terhadap penyandang disabilitas dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
“Kami sangat berharap program seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan perhatian serupa. Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, kami yakin semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaatnya,” tambahnya.
Program ATENSI sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas, melalui pendekatan rehabilitasi sosial yang lebih komprehensif.
Melalui bantuan alat bantu mobilitas dan dukungan sosial lainnya, para penerima manfaat diharapkan mampu menjalani kehidupan yang lebih mandiri, produktif, dan percaya diri.
Di balik acara yang berlangsung sederhana itu, tersimpan pesan kuat bahwa kepedulian dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat—bahwa negara benar-benar hadir untuk mereka yang paling membutuhkan. (gus/ian).

















