Pasuruan (Kabarpas.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pasuruan, berencana akan mengkonfirmasi terkait adanya tarikan iuran kepada para siswa di sejumlah SMA dan SMK di Kota Pasuruan, yang digunakan untuk partisipasi dalam festival Pasoeroean Jaman Bijen (PJB) 2016.
“Pada dasarnya kegiatan PJB tersebut memang murni dari partisipasi peserta. Namun, teknis penarikannya di sekolah itu nanti yang akan kami dalami,” kata Farid Misbah, anggota komisi I DPRD Kota Pasuruan. Minggu, (20/03/2016).
Menurut politisi dari Partai Hanura ini mengatakan, kalau pihaknya akan mengecek adanya temuan tersebut dan akan memanggil sejumlah kepala sekolah, yang diindikasi melakukan penarikan iuran kepada para siswanya.
“Rencananya besok (Senin, 21/03/2016.red) akan kami konfirmasi dulu kepada mereka,” ujar anggota dewan yang juga Wakil Ketua Komisi I tersebut.
Seperti dikabarkan sebelumnya, even tahunan Pasoeroean Jaman Bijen (PJB) resmi dibuka langsung oleh Wali Kota Pasuruan, Setiyono, pada Jumat (18/03/2016) sore lalu. Acara pembukaan PJB ini berlangsung meriah. Bahkan, beberapa saat setelah dibuka oleh Wali Kota setempat. Ribuan pengunjung yang sudah lama sabar menunggu langsung menyerbu masuk ke dalam area PJB.
Namun, sayangnya di balik itu semua tercium aroma tak sedap di area lokasi berlangsungnya PJB. Beberapa orang wali murid sempat berkeluh kesah kepada Kabarpas.com, lantaran keberatan anaknya dipungut biaya untuk mengikuti kegiatan yang merupakan rangkaian dari HUT ke-330 Kota Pasuruan tersebut. Bahkan, pungutan dari masing-masing sekolah pun beragam. Yakni, mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 30 ribu.
Uang pungutan itu sendiri digunakan untuk keperluan membuat stand agar bisa sebagus mungkin. Sebab masing-masing sekolah berlomba untuk beradu kreatifitas, supaya bisa menampilkan stand yang terbaik dalam festival PJB yang berlangsung di halaman GOR Untung Suropati, Jalan Sultan Agung, Kota Pasuruan tersebut. (jon/gus).



















