Tahun Depan, Air Umbulan Akan Didistribusikan ke 5 Daerah di Jatim

Pasuruan (Kabarpas.com) – Dalam waktu dekat sumber air Umbulan di Desa Umbulan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, yang memiliki debit 5.000 liter/detik, akan didistribusikan untuk warga di lima daerah di Jatwa-Timur (Jatim). Pendistribusian yang akan dilakukan dalam proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tersebut, menghabiskan dana senilai Rp 1,8 trilyun.

“Indonesia saat ini berupaya mewujudkan ketahanan air, salah satu di antaranya melalui pendistribusian sumber air Umbulan untuk beberapa daerah di Jawa Timur ini,” ujar Ketua Panitia Khusus (Pansus) Dewan Sumber Daya Air (DSDA) Nasional, Indro Tjahyono, saat melihat lokasi sumber air Umbulan, Rabu (16/12/2015).

Dijelaskan, ketahanan air serupa dengan ketahanan pangan, yakni untuk memenuhi kebutuhan air bagi semua warga Indonesia. Ketahanan air di Indonesia saat ini masih menjadi persoalan dengan banyaknya daerah-daerah yang dilanda krisis air bersih saat musim kemarau.

“Sumber-sumber air tersebar di tanah air, seperti sumber air Umbulan, harus diditribusikan untuk kepentingan warga di daerah lainnya. Potensi banyaknya sumber air harus dikelola, didistribusikan merata, dengan perhitungan tempat (daerah) dan waktu (musim kemarau),” terang Indro.

Indro Tjahyono mendatangi sumber air Umbulan bersama dua anggota DSDA Nasional lainnya, yakni Prof Dr Otto Sudarmadji Ongkosongo, pakar geologi UGM dan Hendro Baruno.

“Potensinya besar, tapi pengelolaannya banyak masalah serta kurang dimanfaatkan. Sumber air Umbulan harus diselamatkan dan dimanfaatkan semaksimal mungkin,” ujar Prof Dr Otto.

Menurut Prof Dr Otto, penyelamatan sumber air Umbulan harus dilakukan secepatnya oleh pemerintah. Lantaran, saat berada di lokasi, dia melihat langsung kolam penampungan air berdiameter sekitar 100 meter lebih itu, justru digunakan untuk mandi, mencuci pakaian, buang hajat, hingga mencuci motor.

“Kualitas airnya bagus dan sangat jernih, tapi kolam penampungan harus disterilkan dari kegiatan warga. Mereka harus dibuatkan tempat khusus yang bagus dan senyaman mungkin dari pada mengotori kolam penampungan. Karena biaya menjernihkan air jauh lebih mahal dari pada membangun tempat khusus,” urai Prof Dr Otto.

Sumber air Umbulan memiliki debit 5.000 liter/detik dan baru dimanfaatkan sekitar 260 liter/detik, terinci untuk PDAM Surabaya 150 liter/detik dan PDAM Kota Pasuruan 110 liter/detik. Sebagian kecil untuk irigasi pertanian dan sisanya, lebih dari 4.000 liter/detik terbuang mubadzir ke laut.

Agar tidak terbuang percuma, pemerintah memanfaatkan dengan mendistribusikan air tersebut dalam proyek SPAM senilai Rp 1,8 trilyun, untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 250.000 keluarga di lima daerah di Jatim, yakni Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Kota dan Kabupaten Pasuruan.

Sumber air Umbulan akan didistribusikan melalui pipa transimisi sepanjang 93,7 kilometer, berdiameter 1,8 meter. Masa pengerjaan selama 2 tahun dimulai 2016. Proyek dibiayai ekuitas Badan Usaha yang dibentuk konsorsium pemenang lelang, pinjaman bank dan dukungan kelayakan. (jon/gus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *