Puluhan Peserta Antusias Ikuti Pemantapan Program Sekolah Pensiunan Aqua Lestari


Pasuruan, Kabarpas.com – Puluhan peserta antusias mengikuti Pemantapan Program Sekolah Pensiunan
Aqua Lestari (SPENAq) di Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Hadir pula pada kegiatan ini yaitu Kepala Desa
Karangjati, Kuyatip beserta perangkat desa.

Kegiatan ini merupakan hasil dari kerjasama antara Yayasan Investasi Sosial Indonesia (YISI) dan CSR PT Tirta Investama Pandaan Pasuruan. Dapat dikatakan, SPENAq merupakan bentuk komitmen dan kepedulian dari CSR PT. Tirta Investama Pandaan Pasuruan terhadap masyarakat sekitar.
Secara teknis, pertemuan dilaksanakan masing-masing di dua dusun yaitu Dusun Sukorejo (9 Oktober) dan RT.06 dan RW.07 Dusun Jatianom (10 Oktober), Desa Karang Jati.

Acara kali ini merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya, pada kegiatan Training dan FGD Pengembangan Program Sekolah Pensiunan di Kaliandra Eco Resort (25-26 September
2021).

Adapun tujuan dari penyelenggaraan ini yaitu menyepakati prioritas kegiatan yang sebelumnya telah terpetakan pada pertemuan sebelumnya. Serta, mulai menyusun analisis usaha secara lebih terperinci sebagai bentuk persiapan
implementasi. Misalnya, RW 06 Dusun Jatianom telah bersepakat untuk mulai mengembangkan usaha peternakan bebek di lahan tak jauh dari pemukiman anggota pensiunan. Serta, RW 07 Dusun Jatianom bersepakat untuk mengembangkan ayam kampung, jamur merang, dan sayur mayur.

“Selain itu, peserta juga diberikan pengetahuan serta tips/trik terkait beberapa pilihan usaha di bidang pertanian, seperti budidaya jeruk, durian, bawang merah, dan merica,” ujar Direktur YISI, Syukur Sugeng Apriwiyanto kepada Kabarpas.com.

Peserta SPENAq terlihat antusias mendengarkan materi yang disampaikan oleh narasumber.

Untuk selanjutnya, kegiatan ini akan menjadi salah satu kegiatan rutin yang terselenggara sebagai bentuk koordinasi antar anggota, serta update perkembangan setiap kegiatan. Selain itu, kegiatan pertemuan juga akan terlaksana dengan beberapa topik tambahan, misalnya kesehatan dan spiritual yang akan berkolaborasi dengan lembaga terkait.

Pada prinsipnya, seluruh kegiatan yang terlaksana menggunakan pendekatan partisipatif, sehingga peserta menjadi aktor pelaksana kegiatan yang telah direncanakan.

“Maka dari itu mari kita berpikir bareng, merencanakan bareng, dikerjakan
bareng dan menikmati hasilnya bareng-bareng untuk komunitas bahkan mungkin bisa bermanfaat juga buat lingkungan. Dan proses ini dilakukan agar sekolah pensiunan lebih kuat,” terang Heri Agus selaku narasumber. (adv).