Pasuruan, Kabarpas.com – Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama sejumlah perguruan tinggi yang digelar di Ruang VIP Rumah Dinas Wali Kota Pasuruan.
Penandatanganan MoU tersebut melibatkan tiga perguruan tinggi, yakni Universitas PGRI Wiranegara, Universitas Merdeka Pasuruan, dan Universitas Yudharta Pasuruan. Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh para rektor dari masing-masing perguruan tinggi.
Dalam sambutannya, Wali Kota yang akrab disapa Mas Adi ini menyampaikan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun daerah. Diperlukan kolaborasi yang kuat dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, guna memperkuat pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk kampus. Di dalamnya terdapat transfer ilmu pengetahuan, nilai sosial, hingga penguatan ekonomi,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan daerah. Aktivitas akademik tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat di sekitarnya.
Wali Kota juga menekankan bahwa kerja sama yang terjalin tidak boleh berhenti pada penandatanganan MoU semata, melainkan harus ditindaklanjuti dengan program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya berhenti secara administratif, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam bentuk program konkret,” tegasnya.
Salah satu potensi kerja sama yang disoroti adalah pengembangan sektor perikanan, khususnya dalam pengolahan hasil tangkapan nelayan pascapanen. Ia menilai, selama ini hasil tangkapan masih dijual secara langsung tanpa pengolahan optimal, sehingga nilai tambah ekonomi belum maksimal.
Melalui sinergi dengan perguruan tinggi, diharapkan muncul inovasi teknologi serta pendampingan kepada masyarakat, baik melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Selain itu, Wali Kota juga menyinggung pentingnya peran kampus dalam menjawab persoalan sosial di lingkungan sekitar, termasuk masih adanya anak-anak yang belum mengenyam pendidikan.
“Jangan sampai di sekitar kampus masih ada anak-anak yang tidak sekolah. Kampus harus hadir memberikan solusi atas persoalan tersebut,” imbuhnya.
Pemerintah Kota Pasuruan juga membuka ruang seluas-luasnya bagi perguruan tinggi untuk memberikan masukan terhadap berbagai program pembangunan daerah, termasuk pengembangan kawasan industri serta penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.
Dengan adanya penandatanganan MoU ini, diharapkan terjalin sinergi yang lebih kuat antara Pemerintah Kota Pasuruan dan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (dit/ian).

















