Reporter: Ajo
Editor: Agus Hartanto
___________________________________
Rejoso (Kabarpas.com) – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, melakukan blusukan ke Pondok Pesantren Darul Ulum Karangpandan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Rabu (07/06/2017).
Dalam blusukannya yang dilakukan secara mendadak ini, Menteri Rini hanya didampingi oleh sekretaris dan pengawal pribadinya. Ia beserta rombongan tiba di Ponpes yang selama dikenal dengan gudang santri sastrawan itu, sekitar pukul 06.00 WIB.
Di sisi lain, tidak banyak yang tahu kalau perempuan yang pernah menjabat sebagai menteri perindustrian dan perdagangan di Kabinet Gotong Rorong (2001–2004) itu, berkunjung ke Ponpes yang dipimpin oleh Dr. KH. Ishomuddin Mashum.
“Saya saja tadi sempat kaget, kok tiba-tiba ada rombongan yang dikawal polisi masuk ke dalam area Pondok. Dan ketika mobil rombongan itu sudah berhenti, ada yang menyampaikan ke kami bahwa mobil rombongan yang datang adalah Bu Menteri Rini,” kata Dr. KH. Ishomuddin Mashum kepada Kabarpas.com.
Selanjutnya, Menteri Rini beserta rombongan masuk ke dalam kediaman Pengasuh Ponpes Darul Ulum Karangpandan Rejoso Kabupaten Pasuruan, Dr. KH Ishomuddin Mashum. “Tadi, kunjungannya hanya sebentar saja. Bahkan, tidak sampai satu jam,” imbuhnya.
Pria yang akrab disapa kiai Ishom ini mengungkapkan, kehadiran Menteri Rini di Ponpes yang ia pimpin itu ialah dalam rangka untuk silaturahmi. Sekaligus juga untuk memastikan secara langsung keberadaan bangunan Madrasah Aliyah (MA) di tempatnya yang selama ini dibangun sementara layaknya sebuah posko penampungan.
“Beliau kebetulan sebelumnya ada kunjungan di Malang. Kemudian ketika akan kembali pulang ke Jakarta, beliau menyempatkan diri untuk mampir ke sini (Ponpes Darul Ulum.red),” terangnya kepada Kabarpas.com.
Selain itu, Kiai Ishom juga menceritakan bahwa Menteri Rini yang saat itu tiba di Ponpes Darul Ulum Karangpandan, dengan mengenakan kerudung warna biru itu juga berharap, supaya santri Darul Ulum Karangpandan bisa dibentengi dari faham radikal. Serta dijaga dari kelompok-kelompok yang tidak setuju dengan NKRI.
“Bu Menteri jug berharap agar santri-santri kami tidak mudah terpengaruh dengan kelompok radikal yang merongrong keutuhan bangsa. Dan saya sampaikan ke beliau bahwa di pondok kami, para santri sudah ditanamkan cinta tanah air atau Hubbul Wathon. Sehingga santri tidak mungkin akan berjalan melenceng,” jelasnya kepada Kabarpas.com.
Setelah berkunjung di Ponpes Darul Ulum Karangpandan, rombongan menteri BUMN bertolak ke Bandara Juanda untuk kembali pulang ke Jakarta. (ajo/gus).




















