Kepulan Asap Bromo Capai 1500 Meter, BNPB Minta Masyarakat Tetap Tenang

Probolinggo (Kabarpas.com) – Hingga kini aktivitas abu vulkanik Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo terus mengalami peningkatan. Bahkan, saat ini  kepulan asap dari kawah gunung yang memiliki ketinggian 2.329 itu sudah mencapai 1500 meter.

“Pada hari ini, Senin (14/12/2015) kepulan asap abu vulkanik telah meningkat menjadi 1500 meter di atas puncak Gunung Bromo,” kata Sutopo Purwo, Kepala Pusat Data Informsi dan Humas BNPB.

Terkait dengan meningkatnya aktivitas Gunung Bromo tersebut, maka akan dilakukan Rencana Kontinjensi (Renkon). Hal ini guna menghadapi erupsi Gunung Bromo. Renkon itu sendiri disusun di 5 Kabupaten/Kota yang berada di Gunung Bromo, yaitu Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Lumajang, dan Kota Malang.

“Untuk rapat koordinasi kesiapsiagaan erupsi Gunung Bromo sendiri, telah selesai kami gelar beberapa waktu lalu, yang dikuiti oleh BNPB, PVMBG, BMKG, BPBD, TNI, Polri dan berbagai unsur lainya,” ujarnya.

Sementara untuk menghadapi erupsi Bromo yang semakin meningkat ini, kata Sutopo, pihak pemerintah setempat telah melakukan pemasangan rambu-rambu peringatan, jalur evaluasi, titik kumpul dan lainnya. Bahkan, untuk menyiasati hal itu, pemerintah juga telah menyiapkan dana sebesar  Rp 2,5 milyar.

“Namun, kami menemukan beberapa kendala yaitu infrastruktur jalan untuk jalur evakuasi belum memadai. Serta belum optimalnya jaring komunikasi yang menghubungkan wilayah-wilayah yang terdampak,” terangnya.

Selain itu, Sutopo juga mengatakan, aktivitas vulkanik Gunung Bromo terus meningkat. Pengataman seismik dari tremor amax terus meningkat dibandingkan sebelumnya. “Jika sebelumnya tremor amax 3-22 mm dominan 5 mm, saat ini telah meningkat menjadi 3-28 mm dominan 7 mm,” imbuhnya.

Meski begitu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat sekitar supaya tetap tenang, dan tidak perlu untuk terlebih dulu mengungsi.

“Masyarakat kami himbau untuk tetap tenang. Belum perlu ada pengungsian. Tips erupsi Gunung Bromo adalah strombolian. Berdasarkan sejarah letusannya tidak ada erupsi yang besar,” pungkasnya. (sam/tin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *