Kemenag Gelar Rakor International Office Pada PTKIN untuk Menuju Kampus Dunia

Reporter : Alip Nuryanto

Editor : Memey Mega

 

 

Jakarta, Kabarpas.com – Dalam rangka menuju perguruan tinggi keagamaan Islam yang dikenal dunia, Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam menyelenggarakan rapat koordinasi International Office yang ada pada PTKIN di Jakarta.

Hadir, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag, Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama M. Adib Abdushomad, M.Ed., Ph.D, para Kasi, perwakilan wakil rektor dan para ketua International Office UIN se-Indonesia.

Adib Abdushomad selaku penanggung jawab kegiatan menyampaikan bahwa salah satu target dan out put dari kegiatan ini adalah tersusunnya draft keputusan Dirjen Pendidikan Islam tentang Pedoman pengelolaan Mahasiswa Asing pada PTKIN.

“Selama ini pengelolaan mahasiswa asing pada PTKIN telah berjalan dengan baik namun kita perlu memperkuat dengan menyusun pedoman pengelolaan ini agar pelayanan terhadap mahasiswa asing semakin baik karena mereka akan menjadi duta kita di negara masing-masing,” jelas Adib Abdushomad yang merupakan lulusan beasiswa dari Australia.

Sementara, dalam sambutannya M. Arskal Salim menyatakan bahwa selama ini Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri kita telah mencoba untuk menginisiasi program-program international dalam rangka menuju “World Class University”.

“Namun setelah kita melakukan refleksi diri terkait program ini belum seluruhnya berjalan secara maksimal. Pada saat yang sama internationalisasi ini menjadi tantangan berat dikarenakan pada borang akreditasi dengan 9 standar mewajibkan kerjasama internasional menjadi pokok penilaian,” ungkapnya saat menyampaikan arahan.

“Seluruh pimpinan PTKI harus berjuang keras untuk membangun kerjasama international dan menciptakan suasana akademik yang nyaman dan kondusif bagi mahasiswa Asing,” tambah Arskal.

Dalam hal kerjasama International, Arskal Salim meminta agar penyusunan draf Keputusan Dirjen ini mengakomodir dan melihat kebutuhan PTKI kita pada 10-20 tahun mendatang, jangan sampai tertinggal dengan perubahan-perubahan yang akan terjadi. (lip/mey).