Reporter : Januar Fahmi
Editor : Diaz Octa
Sidoarjo, Kabarpas.com – Pesta kembang api menciptakan kemeriahan tersendiri bagi mereka yang merayakan malam pergantian tahun. Namun, meski diterapkan di seluruh dunia, ada bahaya kesehatan dibalik ledakan dan percikan kembang api itu.
Terdapat beragam zat kimia seperti strontium nitrat, sejumput kalsium sulfat, bubuk mesiu, zat pengoksidasi, dan pengikat dalam kembang api.
Seperti dilansir dari, https://kumparan.com/brian-hikari-janna1510064481941/pesta-kembang-api-hiburan-bagi-manusia-ancaman-bagi-lingkungan, menurut David E. Chavez, seorang ilmuwan kimia dari Los Alamos National Laboratory, perchlorate dan beberapa zat pewarna lain dalam kembang api adalah zat beracun. Dari situ, menyalakan kembang api menjadi sama saja melepaskan racun ke lingkungan.
Layaknya racun pada umumnya, zat tersebut berbahaya juga bagi manusia. Sisa pembakaran perchlorate bisa berdampak pada manusia, saat kembang api meluncur ke udara sebelum akhirnya meledak dan jatuh ke tanah.
Apabila terhirup manusia, perchlorate akan terserap oleh kelenjar tiroid. Zat tersebut kemudian akan mempengaruhi produksi hormon tiroid, yang sangat berpengaruh dalam mengatur metabolisme tubuh dan perkembangan mental. Lebih jauh, perchlorate bahkan dapat membahayakan kesehatan janin.
Dilain sisi, kembang api juga berbahaya bagi binatang, khususnya burung, yang menghabiskan sebagian besar waktunya di udara.
Mengingat kejadian beberapa tahun silam di Beebe, Arkansas, Amerika Serikat, ribuan burung hitam tiba-tiba jatuh dari langit. Burung-burung tersebut jatuh di atap, jalanan, dan halaman rumah. Matinya burung-burung tersebut sampai meresahkan masyarakat.
Dari olah laboraturium, tidak ada tanda-tanda burung-burung tersebut mati karena penyakit. Namun, mereka mati karena trauma fisik yang akut disebabkan oleh pesta kembang api.
Kejadian seperti itu kembali terulang.
Pagi tadi ditemukan belasan burung mati di area belakang Perumahan Permata Regency Tanggulangin, Sidoarjo. Sofyan (56), seorang petani, menemukan belasan bangkai burung saat dirinya hendak pergi ke sawah.
“Biasanya kalau burung mati disekitar sawah kemungkinan terkena racun pembasmi hama sawah yang petani gunakan. Tapi ini ditemukan di belakang perumahan, mungkin burungnya terkejut tadi malam karena bunyi petasan. Sehingga mengakibatkan burung itu cidera dan mati mendadak,” ujar Sofyan.
Kembang api memang indah dan memukau. Namun keindahan tersebut ternyata memberikan dampak buruk terhadap lingkungan. Diharapkan masyarakat dapat lebih bijak lagi dan turut menjaga lingkungan serta habitatnya. (jan/diz).



















