Dituduh Punya Ilmu Santet, Rumah Ramli Dirusak Sekelompok Orang

Probolinggo (Kabarpas.com) – Karena diduga memiliki ilmu santet, rumah seorang warga Dusun Gilin RT 03/RW 02 Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, dirusak oleh sekelompok orang. Jumat, (11/12/2015).

Pantauan di lokasi, semua kaca pintu dan jendela rumah milik Ramli pecah berantakan akibat dilempari batu oleh sekelompok orang. Pria berprofesi nelayan itu dituding memiliki ilmu santet. Informasi yang dihimpun menyebutkan, aksi perusakan ini dipicu akibat sakitnya seorang warga bernama Zaenal (23) yang dianggap aneh. Zaenal diduga menderita sakit akibat ilmu santet yang sengaja dikirim oleh Ramli yang tak lain tetangga 100 meter dari rumahnya.

Meski sempat mendapat perawatan medis. Namun, nyawa Zaenal akhirnya tidak tertolong. Zaenal meninggal dunia pada Jumat pagi di rumah sakit Waluyo Jati, Kraksaan. Kasus perusakan rumah milik Ramli berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB, saat jenazah Zaenal akan di kebumikan. Tiba-tiba beberapa orang keluarga Zaenal meluapkan amarahnya dengan cara merusak rumah Ramli.

Aksi tersebut nyaris saja merenggut nyawa pemilik rumah. Beruntung, Ramli berhasil diselamatkan oleh keluarganya bersama aparat Polsek Kraksaan dan anggota Polres Probolinggo. Usai puas merusak rumah Ramli, para pelaku lalu kabur.

Wakapolres Probolinggo Kompol Sujiono, saat ditemui di TKP membenarkan, bahwa kasus pengrusakan rumah milik Ramli tersebut dipicu oleh isu santet.

“Tugas kami saat ini mengamankan orang yang diduga memiliki ilmu santet. Kedua, mengamankan TKP dan melakukan dialog dengan keluarga Zaenal mengapa aksi ini kok dilakukan. Intinya, kami mengimbau jangan sampai kasus ini melebar,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, kalau saat ini pihaknya akan melakukan dialog dengan kedua belah pihak yang tengah bersitegang terkait isu santet yang menggegerkan warga Desa Kalibuntu tersebut.

“Ya kami saat ini memiliki tim terpadu penanganan isu santet, yang di dalamnya ada tim Polres Probolinggo, MUI, FKUB, ormas dan Muspida. Kami akan menyelesaikan isu-isu yang berpontensi mengundang kerawanan salah satu kasus perusakan rumah Ramli,” pungkasnya. (har/gus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *